OJK dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah, Dorong Akses Pembiayaan UMKM dan QRIS

Highlight:

  • OJK dan Bank Indonesia perkuat sinergi pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif, digital, dan berkelanjutan
  • OJK terus memperluas akses pembiayaan UMKM melalui berbagai skema jasa keuangan seperti perbankan, securities crowdfunding, industri penjaminan, dan asuransi
  • Insentif likuiditas Bank Indonesia Rp424,7 triliun untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor produktif serta percepatan digitalisasi QRIS bagi UMKM

Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan ekosistem keuangan yang inklusif, digital, dan berkelanjutan.

AP HEADER

Fokus utama kolaborasi ini adalah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan B. Sasongko, menegaskan bahwa OJK tidak hanya berperan sebagai pengawas sektor jasa keuangan, tetapi juga memiliki mandat untuk memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“OJK di daerah tidak cukup hanya memastikan industri jasa keuangan sehat dan stabil, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Hernawan dalam diskusi pada kegiatan Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KPED) 2026 yang digelar OJK di Jakarta, Senin, (25/5).

Ia menjelaskan, OJK saat ini memiliki 39 kantor di daerah yang berperan sebagai motor penggerak ekosistem ekonomi daerah dengan melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, hingga media massa.

Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah membutuhkan sinergi lintas sektor agar ekosistem yang terbentuk bersifat berkelanjutan dan tidak bergantung pada dinamika kepemimpinan.

Dalam mendukung UMKM, OJK terus memperluas akses pembiayaan tidak hanya melalui perbankan, tetapi juga skema alternatif seperti securities crowdfunding, industri penjaminan, dan asuransi.

“OJK mengarahkan berbagai lembaga jasa keuangan untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah. Termasuk membantu UMKM agar semakin bankable dan memiliki akses pembiayaan yang lebih luas,” ujar Hernawan.

Selain itu, OJK bersama Bank Indonesia dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat literasi serta inklusi keuangan melalui program pendampingan dan pembinaan UMKM di berbagai daerah.

Dari sisi kebijakan moneter, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang mendorong akses keuangan UMKM.

Destry menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas seperti pertanian, hilirisasi, perumahan, dan UMKM.

Total insentif likuiditas yang telah dikembalikan kepada perbankan mencapai sekitar Rp424,7 triliun untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor produktif.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus diperluas dan kini telah digunakan oleh jutaan merchant, mayoritas UMKM.

Digitalisasi ini dinilai mampu memperluas akses keuangan sekaligus membangun rekam jejak transaksi digital UMKM sehingga meningkatkan kelayakan pembiayaan.

“Melalui digitalisasi dan penguatan akses keuangan, UMKM diharapkan dapat semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menembus pasar nasional hingga global,” ujar Destry.

Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia bersama OJK dan pemerintah daerah terus memperkuat program pendampingan UMKM melalui capacity building, business matching, serta pengembangan kewirausahaan sesuai potensi unggulan daerah.

Ke depan, OJK dan Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.