Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar dalam Sejarah Bursa Saham RI

Highlight:

  • Prabowo apresiasi reformasi OJK di pasar saham dan dorong demutualisasi bursa menuju standar internasional.
  • Demutualisasi dinilai dapat memperkuat kredibilitas dan menjadikan pasar modal Indonesia lebih kompetitif di tingkat global.
  • Prabowo juga menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi 1 Januari 2027 untuk membangun Indonesia Reference Price.

AP HEADER

Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar keuangan Tanah Air.

“Dalam upaya membangun bursa yang kredibel, OJK juga telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan dan Penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menambahkan pemerintah akan melanjutkan reformasi pasar modal melalui demutualisasi pasar modal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membawa pasar modal Indonesia menuju standar internasional.

“Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia. Dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia,” kata Prabowo.

Menurutnya, penguatan pasar modal bukan sekadar persoalan industri keuangan, tetapi juga berkaitan dengan pemerataan kesempatan ekonomi.

Pasar modal yang kredibel dapat memberikan ruang bagi perusahaan rintisan, startup, dan pengusaha nasional untuk meningkatkan ekuitas serta memperoleh tambahan modal guna memperbesar skala bisnis.

“Dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Pasar modal yang bekerja dengan baik ini adalah masalah keadilan,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Ditargetkan bursa tesebut mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Rencana kita dengan dukungan DPR, kita rencanakan 1 Januari 2027, kita akan memiliki Bursa Komoditas sendiri. Kita targetkan ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Segera mohon dibahas oleh DPR RI, dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan BMKS akan menjadi instrumen penting untuk membangun harga referensi komoditas Indonesia.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki posisi lebih kuat dalam pembentukan harga komoditas di pasar global.

“Dengan ini kita akan membangun Indonesia Reference Price. Harga referensi Indonesia untuk komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia. Kita ingin membangun pasar yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya dunia,” tegasnya. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.