Lintasarta Dorong Era Baru Infrastruktur Digital Perbankan dengan Bandwidth on Demand

Highlight:

  • Lintasarta menghadirkan Bandwidth on Demand (BWoD) untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital perbankan yang semakin dinamis.
  • BWoD memungkinkan bank menyesuaikan kapasitas bandwidth secara fleksibel hingga 1 Gbps sesuai kebutuhan operasional.
  • BWoD telah tersedia di 84 kota di Pulau Jawa dan akan diperluas secara bertahap menuju jangkauan nasional.

AP HEADER

Jakarta– Lintasarta dan Infobank mempertemukan President Directors, Directors & Board Members dari perbankan nasional dan multinasional terkemuka Indonesia yang tergabung dalam HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA, bersama pejabat tinggi Bank Indonesia dan OJK, serta jajaran Board of Directors Lintasarta dalam
Lintasarta Executive Dialogue bertema “Mastering Digital Infrastructure in The Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)” pada Kamis (10/9), di Jakarta.

Forum eksklusif ini menjadi ruang strategis bagi para pemimpin industri perbankan untuk membahas kebutuhan infrastruktur digital yang semakin adaptif terhadap dinamika bisnis perbankan.

Dalam forum tersebut, Lintasarta memperkenalkan Bandwidth on Demand (BWoD), solusi connectivity yang memungkinkan bank menyesuaikan kapasitas bandwidth secara fleksibel dan mandiri.

BWoD menghadirkan tiga kapabilitas utama: High Bandwidth hingga 1 Gbps pada wilayah dengan kesiapan teknis, Scale on Demand untuk scale up maupun scale down, serta Self Service melalui Super Apps ULTIMA.

President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, digitalisasi perbankan membutuhkan infrastruktur yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis secara cepat.

“Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur,” ujar Armand.

Menurut Armand, kapasitas perbankan dapat berubah mengikuti month-end, year-end closing, payroll processing, disaster recovery, peluncuran aplikasi, maupun kondisi tidak terjadwal. Karena itu, connectivity perlu berkembang dari infrastruktur yang fixed menjadi lebih adaptif.

Transformasi tersebut perlu didukung empat kapabilitas utama, yaitu Agile dalam merespons perubahan, Scalable dalam menyesuaikan kapasitas, Resilient dalam menjaga keandalan, serta Ready menghadapi peak events, disaster recovery, dan tuntutan regulasi.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi dalam mendukung transformasi digital perbankan.

“Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri
menjadi semakin penting,” kata Sophia.

Melalui BWoD, setelah proses setup awal, perubahan bandwidth berikutnya dapat dilakukan secara mandiri melalui ULTIMA tanpa proses pemesanan manual maupun instalasi baru.

Kapasitas dapat disesuaikan berdasarkan layanan yang telah berlangganan, dengan dukungan hingga 1.000 Mbps pada tier tertentu.

”Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya,” kata Armand.

BWoD merupakan salah satu implementasi Lintasarta Intelligent Core, yang mengintegrasikan pelanggan, Super Apps ULTIMA, Intelligent Core Engine, hingga core network dalam proses yang mendukung real-time execution dan autonomous decisioning.

Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan connectivity dilakukan secara lebih cepat dan otomatis. Untuk tahap awal, BWoD telah tersedia di 84 kota di Pulau Jawa pada 2026, dengan pengembangan cakupan secara bertahap menuju jangkauan nasional.

Inovasi ini memperkuat komitmen Lintasarta sebagai mitra infrastruktur digital perbankan dengan connectivity yang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.