Highlight:
- Nama Nanik S Deyang masuk radar penyidik Kejagung dalam pengusutan kasus MBG.
- Kejagung menegaskan setiap pihak yang mengetahui perkara berpotensi diperiksa sebagai saksi.
- Enam orang telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBG.

Jakarta– Kasus Makan Bergizi Gratis (MBG) makin seru. Setelah enam orang sudah jadi tersangka, Kejaksaan Agung sekarang melirik kursi panas: Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang alias NSD.
Inisial NSD yang disebut-sebut pengacara mantan Waka BGN Sony Sonjaya, kini resmi masuk radar penyidik.
“Untuk NSD sudah beberapa kali saya sampaikan ya. Semua orang yang mengetahui, mengalami, itu berpotensi diperiksa sebagai saksi,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi di Kejagung, Selasa (23/6).
Garis bawahnya: berpotensi. Belum tersangka, tapi pintunya sudah dibuka.
Menurut Syarief, penyidik tidak bekerja berdasarkan gosip atau mengandalkan satu BAP saja.
Alat buktinya komplit: saksi, dokumen, barang bukti elektronik, sampai ahli.
“Alat bukti yang kami cari itu tidak bergantung kepada salah satu keterangan saja. Kami punya alat bukti banyak. Jadi kami tidak tergantung kepada keterangan satu orang saja ya,” tegasnya.
Artinya, mau siapa pun yang nyebut nama, Kejagung tetap jalan sesuai bukti, bukan drama.
Soal kapan Nanik dipanggil? Jawabannya diplomatis: “Kami belum bisa menyampaikan sekarang.”
Tapi logikanya jelas: kalau dia tahu, dia ngalamin, dia bisa nerangin ada pidana, ya siap-siap “disapa” jaksa.
Percikan bensinnya datang dari pengacara Sony, Krisna Murti. Di BAP, Sony ngaku NSD tiga kali gonta-ganti nama yayasan pengelola SPPG.
Lokasinya nggak kaleng-kaleng: Madiun sama Bogor.
“Yayasan ini namanya ini diubah lagi. Jadi tiga kali mengubah,” beber Krisna.
Ubah nama yayasan tiga kali? Kalau buat rebranding bisnis mungkin wajar.
Tapi kalau sudah nyangkut duit negara plus MBG, ya beda cerita. Wajar kalau penyidik jadi penasaran.
Sementara NSD masih status “calon saksi”, enam orang ini sudah “naik kelas” jadi tersangka:
- Dadan Hindayana – Mantan Kepala BGN
- Sony Sonjaya – Mantan Waka BGN
- Lodewyk Pusung – Mantan Waka BGN
- Asep Yusuf Somantri – Orang dekat Sony
- Andri Mulyono – Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, supplier motor listrik BGN
- Glory Harimas Sihombing – Ketua Yayasan IFSR.
Intinya: Kejagung lagi main catur, bukan ular tangga. Satu bidak maju, bidak lain nggak otomatis aman.
Penyidikan MBG masih panjang. Dan buat yang merasa “tahu, ngalamin, bisa nerangin”, ya, sudah jelas lah maksudnya. (DW)

