BNI Perkuat Pembiayaan Hijau dan Komitmen Net Zero di Hari Lingkungan Hidup 2026

Highlight:

  • BNI menegaskan komitmen ESG melalui pembiayaan hijau, sustainability bond, dan Sustainability Linked Loan (SLL).
  • Target Net Zero Emission (NZE) operasional ditetapkan pada 2028, sementara emisi pembiayaan ditargetkan nol bersih pada 2060.Bl
  • BNI telah mendukung rehabilitasi 10 hektare lahan kritis dan penanaman 10.000 pohon di Megamendung, Bogor.

Jakarta– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

AP HEADER

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pembiayaan hijau, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta target percepatan Net Zero Emission (NZE).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan sektor perbankan memiliki peran strategis dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pembiayaan yang bertanggung jawab dan program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Sebagai institusi keuangan nasional, BNI percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Okk, dikutip Jumat (5/6.

“Karena itu, kami terus memperkuat berbagai program yang mendukung keberlanjutan serta mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam aksi nyata menjaga bumi,” tambahnya.

BNI menetapkan target NZE untuk emisi operasional (scope 1 dan 2) pada 2028, serta target NZE untuk emisi pembiayaan (scope 3) pada 2060.

Langkah tersebut sejalan dengan target Pemerintah Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.Perluas Pembiayaan Hijau dan UMKM Berkelanjutan.

Dalam mendukung transisi hijau, BNI terus menyelaraskan proses penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), khususnya pada sektor energi, konstruksi, transportasi, logistik, kehutanan, dan perkebunan.

Selain memperluas pembiayaan hijau, BNI juga mengembangkan pembiayaan transisi melalui skema Sustainability Linked Loan (SLL) serta penerbitan Sustainability Bond yang dilakukan pada 2025.

Di segmen UMKM, BNI mendorong praktik usaha ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI).

Program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi hijau berbasis ekspor, sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.

Dukung Rehabilitasi Lingkungan dan Pengurangan Emisi

Pada aspek operasional, BNI menjalankan berbagai program efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, serta pengelolaan limbah berbasis prinsip Zero Waste to Landfill.

Saat ini, seluruh limbah operasional di Gedung Kantor Pusat BNI telah diolah melalui proses daur ulang.

BNI juga aktif mendukung pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi lahan kritis dan penanaman pohon di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten BogorSejak 2018, BNI telah membantu rehabilitasi lahan seluas 10 hektare dan menanam 10.000 pohon. Program tersebut berkontribusi terhadap penyerapan karbon sekitar 2.002 ton CO₂e, sekaligus membantu mengurangi risiko longsor dan meningkatkan ketersediaan sumber air bagi masyarakat sekitar.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi dan kualitas hidup generasi mendatang,” tutup Okki. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.