Gila! 6.000 Orang Disadap, Tapi Ndak Ada Nama Geng Solo: Ini Daftar Sadap atau Daftar Musuh?
Highlight:
- Lebih dari 6.000 nomor telepon diduga menjadi sasaran penyadapan ilegal berdasarkan dokumen yang diklaim telah dilihat sumber Afu.id.
- Sejumlah pejabat kepolisian disebut masuk daftar penyadapan, termasuk Kabagintelkam Polri Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti.
- Sumber Afu.id mengklaim tidak menemukan nama keluarga Jokowi maupun orang-orang yang disebut dekat dengan mantan presiden tersebut dalam daftar
Menurut sumber eksklusif Afu.id yang sudah melihat langsung daftarnya bilang, total nomor yang jadi sasaran penyadapan ilegal itu lebih dari 6.000 nomor.
Enam ribu. Bukan enam. Bukan enam puluh. Enam ribu nomor telepon.
Dan isinya bukan sembarang nomor. Isinya adalah peta musuh versi seseorang.
Bahkan, yang paling absurd, pejabat kepolisian sendiri ikut kena sadap. Namanya Irjen. Pol. Dedy Kusuma Bakti, Kabagintelkam Polri.
“Sampai pejabat kepolisian juga kena sadap, kurang ajar sekali,” ungkap sumber itu kepada Afu.id di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Bayangkan. Polisi menyadap polisi. Institusi yang punya alat sadap, menyadap orang yang seharusnya pegang alat sadap juga.
Ini sudah bukan lagi soal penyadapan, ini sudah jadi sinetron internal.
Sumber itu menyebut, daftar sadap tersebut sudah ditata rapi dalam dokumen tebal.
Ada nama, ada nomor telepon, ada jabatan atau profesi masing-masing. Serapi daftar absen rapat RT, tapi isinya orang-orang penting se-Indonesia.
Nah, di sinilah bagian yang paling bikin alis naik. Di antara ribuan nama itu, tidak satu pun menyebut tokoh atau individu yang terafiliasi dengan keluarga atau orang dekat Jokowi.
“Tak satupun keluarga Jokowi dan kroni-kroninya yang masuk daftar ini,” katanya sambil menceritakan saat melihat daftar sadap tersebut.
Tidak ada nama yang dikenal sebagai bagian dari Kelompok Solo. Tidak ada Gibran. Tidak ada Kaesang.
Tidak ada Kahiyang. Tidak ada Pratikno. Tidak ada politisi lain yang dikenal publik punya kedekatan dengan Jokowi. Nol. Kosong. Bersih.
Jadi, ini daftar sadap atau daftar musuh? (DW)

