Bank Mantap Perkuat Transformasi Bisnis dan Perluas Sumber Pertumbuhan
Transformasi bukan sekadar tumbuh lebih besar, tapi berani keluar dari zona nyaman. Bank Mantap sedang berupaya memperluas bisnis di luar segmen pensiunan, memperkuat organisasi, dan membangun sumber pertumbuhan baru demi menjaga daya saing di tengah perubahan kebutuhan nasabah.
BANK Mandiri Taspen (Bank Mantap) tengah memperluas langkah. Bank yang dimiliki Bank Mandiri dan PT Taspen ini tengah memperluas bisnis di luar captive pensiunan, memperkuat organisasi, dan mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah masa kini maupun masa depan.
Langkah ini diarahkan untuk menjaga daya saing sekaligus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Strategi transformasi itu berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang positif.
Hingga Juni 2026, aset Bank Mantap tumbuh 15,93% secara tahunan (yoy) menjadi Rp76,99 triliun. Kredit meningkat 10,50% menjadi Rp52,94 triliun, dana pihak ketiga (DPK) naik 14,67% menjadi Rp57,21 triliun, sedangkan laba bersih tumbuh 6,42% menjadi Rp851,79 miliar. Kinerja ini mencerminkan aktivitas intermediasi yang kuat sekaligus memberikan ruang bagi Bank Mantap untuk mengembangkan bisnis secara lebih luas.
Untuk mendukung arah baru itu, Bank Mantap memperkuat struktur organisasi dan memperluas tanggung jawab jaringan bisnis. Sembilan kantor distribusi diubah menjadi sepuluh kantor regional dengan model Regional CEO, sehingga pengelolaan kredit, penghimpunan dana, transaksi, dan pengembangan bisnis dapat dilakukan lebih terintegrasi.
Perubahan ini juga menandai pergeseran fokus dari sekadar menyalurkan kredit menjadi membangun hubungan perbankan yang lebih menyeluruh dengan nasabah.
Ke depan, Bank Mantap mendorong pengembangan bisnis menuju Leader di senior citizen ecosystem secara bertahap, tanpa meninggalkan segmen senior citizen sebagai kekuatan utama. Penghimpunan dana, peningkatan transaksi digital –salah satunya melalui aplikasi Movin by Bank Mandiri Taspen, penggunaan QRIS, dan layanan cash management menjadi bagian dari agenda itu.
“Kami harus bergerak menuju Leader di senior citizen ecosystem secara bertahap, tanpa kehilangan keunggulan yang sudah kami miliki,” kata Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mantap.
Peluang ekspansi juga datang dari rencana Bank Mantap menjadi bank devisa. Persiapan diarahkan agar status itu dapat dicapai pada 2028, dengan batas sasaran paling lambat 2029. Menurut Panji, langkah ini akan membuka kesempatan untuk melayani kebutuhan transaksi valuta asing, transfer ke luar negeri, dan deposito dalam mata uang asing.
Di luar layanan perbankan konvensional, Bank Mantap melihat potensi besar dari silver economy, yakni aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan penduduk lanjut usia.
“Melalui program Mantap Aktif, Mantap Sehat, dan Mantap Sejahtera, kami berupaya membantu pensiunan tetap produktif, memperoleh akses kesehatan, serta mengembangkan usaha melalui pembiayaan dan pendampingan. Ekosistem ini berpotensi diperluas lewat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, apotek, kampus, dan pelaku usaha,” tegas Panji.
Dengan fondasi bisnis pensiunan yang kuat, kinerja keuangan yang tumbuh, serta rencana ekspansi yang semakin beragam, Bank Mantap tengah menyiapkan tahap pertumbuhan berikutnya. Pengembangan layanan digital, rencana menjadi bank devisa, perluasan ekosistem silver economy, dan penjajakan inovasi pembiayaan menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih terdiversifikasi.
Tapi, ekspansi tetap diarahkan dengan mempertimbangkan kualitas pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian. Dengan strategi itu, Bank Mantap ingin mempertahankan keunggulannya di segmen pensiunan sekaligus memperluas peran sebagai mitra keuangan bagi nasabah lintas generasi. (*)
Editor: SW

