Harga Lahan Industri Cikarang Meroket Terkerek Ekspansi Data Center
Highlights:
- Masifnya adaptasi Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital ternyata membawa efek domino yang luar biasa bagi sektor properti industri di Tanah Air.
- Sektor manufaktur, logistik pihak ketiga (3PL), dan data center tercatat menjadi penyewa lahan industri paling agresif.
- Harga sewa pergudangan modern di kawasan Jabodetabek juga terkatrol naik hingga menyentuh rata-rata Rp81.800 per meter persegi per bulan, didorong oleh kelangkaan pasokan gudang berspesifikasi tinggi di tengah tingginya arus distribusi e-commerce.
Jakarta – Masifnya adaptasi Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital ternyata membawa efek domino yang luar biasa bagi sektor properti industri di Tanah Air. Pertumbuhan kawasan industri dan pergudangan logistik modern menjadi bintang utama industri properti sepanjang 2026, dengan tingkat keterisian menembus level 92%.
Fakta ini diungkapkan dalam acara Jakarta Property Market and Trends Q3 2026 yang diselenggarakan oleh CBRE Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10). Sektor manufaktur, logistik pihak ketiga (3PL), dan data center tercatat menjadi penyewa lahan industri paling agresif.
“Sampai dengan September 2026, penyerapan lahan baru menembus lebih dari 200 hektar. Salah satu fenomena paling menarik terjadi di Cikarang, di mana harga tanah melesat tajam karena area tersebut kini menjadi pusat berkumpulnya data center bernilai tinggi,” ujar Head of Research and Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus dalam acara Jakarta Property Market and Trends Q3 2026 di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Anton menyoroti kekhawatiran pasar mengenai AI yang disebut-sebut akan membunuh banyak lapangan kerja. Menurut riset CBRE, dampak layoff akibat AI saat ini tergolong sangat kecil, hanya sekitar 0,1% di pasar global. Alih-alih menghancurkan industri properti, AI justru mentransformasi kebutuhan ruang.
“Pekerjaan klerikal yang repetitif seperti admin atau call center memang akan tergantikan. Namun, AI menciptakan demand baru. Perusahaan kini butuh tech hub dan data center berskala raksasa, yang mana ini langsung mendongkrak penjualan lahan industri kita,” tegas Anton.
Sementara itu, untuk sektor logistik pergudangan modern (modern warehouse), okupansinya dijaga ketat di angka 87%. Harga sewa pergudangan modern di kawasan Jabodetabek juga terkatrol naik hingga menyentuh rata-rata Rp81.800 per meter persegi per bulan, didorong oleh kelangkaan pasokan gudang berspesifikasi tinggi di tengah tingginya arus distribusi e-commerce. JOS
Editor: SW

