Habis Digosipkan Hilang, Teddy Nongol: Yang Disadap Nomornya, Yang Panik Netizen
Highlight:
- Teddy Indra Wijaya kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka setelah ramai digosipkan hilang.
- Kemunculan Teddy terjadi di tengah kasus dugaan penyadapan ilegal nomor telepon Presiden dan sejumlah orang di lingkaran Istana.
- Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret nama sejumlah pejabat.
Jakarta— Kalau di sinetron, karakter yang digosipkan hilang biasanya muncul lagi di episode berikutnya dengan adegan slow motion. Nah, itulah yang dilakukan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Rabu (4/11).
Setelah sehari sebelumnya sempat tidak kelihatan di foto-foto rapat terbatas Presiden, netizen sudah heboh bikin teori konspirasi: Teddy dicopot? Teddy menghilang? Teddy diasingkan?Jawabannya: tidak.
Teddy muncul lagi, santai, mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Lengkap dengan senyum protokoler dan posisi berdiri yang selalu pas di samping Presiden.
Kebetulan, momen munculnya Teddy ini berbarengan dengan pembahasan yang cukup sakral: usulan Pahlawan Nasional 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon datang ke Istana bawa rekomendasi dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
Ditemani Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan tentu saja, Teddy.
Fadli lewat Instagram-nya menjelaskan, rekomendasi itu hasil penelitian berjenjang.
Mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di kabupaten/kota dan provinsi, sampai ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial.
“Hasil penelitian dan kajian ini kemudian akan disidangkan oleh Dewan GTK,” tulis Fadli.
Prosedural banget. Rapi banget. Seolah tidak ada apa-apa di luar sana. Padahal di luar Istana, dramanya lebih panas dari gosip artis.
Bareskrim Polri pada Selasa (3/11) baru saja mengumumkan penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden. Inisialnya LSP, ASN, dan EH.
Di media, ketiganya diidentifikasi sebagai Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta Nasution, dan Eko Hadi Santoso.
Kasusnya bukan main-main: dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden, penyalahgunaan sistem penyadapan, dan penghapusan data elektronik.
Dan di tengah semua itu, nama Teddy ikut terseret — bukan sebagai tersangka, tapi sebagai salah satu pihak yang nomor teleponnya diduga ikut jadi sasaran sadap.Ironis.
Yang katanya menyadap adalah aparat penegak hukum. Yang disadap adalah Presiden dan orang-orang di lingkaran paling dalam Istana.
Yang dituduh hilang adalah Teddy. Yang akhirnya muncul lagi juga Teddy.
Sehari sebelumnya, Teddy memang sempat tidak terlihat di sejumlah foto rapat terbatas. Itu cukup untuk membuat medsos meledak.
Ada yang bilang posisinya mau diganti, ada yang bilang dia sedang “diamankan”, ada yang bilang dia lagi cuti — padahal mungkin dia cuma lagi ke toilet.
Pada Selasa (3/11) Teddy juga sebenarnya sudah sempat terlihat mendampingi Presiden di kegiatan lain.
Tapi netizen kan begitu, satu foto absen langsung jadi bahan thread 40 tweet.
Kini dengan munculnya Teddy di pertemuan bahas Pahlawan Nasional, pesannya jelas: Seskab masih di tempat. Masih menjalankan tugas. Masih mendampingi Presiden.
Pertanyaannya sekarang tinggal satu: kalau yang menyadap sudah jadi tersangka, yang disadap masih tetap kerja, lalu yang bikin heboh soal “Teddy hilang” itu siapa?
Jangan-jangan, yang paling butuh gelar Pahlawan Nasional itu bukan tokoh-tokoh yang diusulkan Fadli Zon, tapi netizen yang berhasil bertahan waras di tengah drama sadap-menyadap ini.
Karena di Republik ini, kadang pahlawan bukan yang mengangkat senjata. Tapi yang tetap muncul di Istana, meski nomor HP-nya sudah disadap duluan. (DW)

