Presiden Beri Waktu Kapolri Tiga Bulan Ungkap Kasus Novel

THE ASIAN POST, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan,” kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Jumat (19/7).

Tim Pencari Fakta (TPF), Kamis (17/7),  merekomendasikan Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

AP HEADER

Kapolri kemudian membentuk lagi tim teknis atas hasil investigasi yang didapat TPF yang dipimpin Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis dengan masa kerja 6 bulan.

Tim dengan kekuatan anggota yang seluruhnya merupakan personel Polri tersebut juga akan menangani setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh TPF Novel Baswedan.

Presiden pun berharap tim teknis dapat melanjutkan investigasi yang sudah dilakukan oleh TPF.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih tim pencari fakta sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk menyasar ke dugaan yang ada,” kata Jokowi.

Presiden berharap, dari temuan-temuan yang ada sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi.

Kepala Negara menilai, kasus penyerangan Novel Baswedan tersebut adalah kasus yang sulit sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengungkapkannya.

“Kasusnya ini bukan kasus mudah, kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu,” ungkap Presiden.

Baca Juga...

Setelah 3 bulan bekerja, Presiden pun akan mengevaluasi hasil tim teknis tersebut.

“Saya beri waktu 3 bulan, saya lihat nanti hasilnya apa, jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti,” tegas Presiden.

Diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. []

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.