OJK Tegaskan Sektor Jasa Keuangan Tetap Kuat, Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen

Highlight:

  • OJK memastikan sektor jasa keuangan tetap solid di tengah inflasi global dan gejolak geopolitik.
  • Kredit perbankan tumbuh 9,98% menjadi Rp8.755 triliun, ditopang kredit investasi dan korporasi.
  • Investor pasar modal tembus 27,75 juta, sementara aset industri asuransi dan dana pensiun terus meningkat.

AP HEADER

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global akibat inflasi yang masih tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kinerja sektor jasa keuangan hingga Mei 2026 masih menunjukkan ketahanan yang kuat, ditopang pertumbuhan kredit, likuiditas pasar yang terjaga, serta permodalan lembaga keuangan yang tetap solid.

“Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sektor jasa keuangan Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang resilien dengan intermediasi yang tumbuh positif dan tingkat solvabilitas yang kuat,” kata Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Jumat (5/6).

Tekanan global meningkat seiring berlanjutnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga energi tetap tinggi dan memperbesar tekanan inflasi.

Kondisi tersebut memicu ekspektasi suku bunga global bertahan tinggi lebih lama atau higher for longer, yang berdampak pada kenaikan yield obligasi di berbagai negara.

Meski demikian, pasar keuangan domestik tetap menunjukkan ketahanan.

Di pasar modal, likuiditas perdagangan saham terjaga dengan rata-rata bid-ask spread sebesar 1,50 persen pada Mei 2026.

Sementara itu, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp4,10 triliun sepanjang bulan tersebut.

Jumlah investor pasar modal terus meningkat dengan tambahan 1,26 juta investor dalam sebulan.

Sehingga total investor mencapai 27,75 juta atau tumbuh 36,27 persen sejak awal tahun.Hingga akhir Mei 2026, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp68,18 triliun.

Selain itu, terdapat 75 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp56,93 triliun.

Kredit Perbankan Tumbuh

Dari sektor perbankan, penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret yang sebesar 9,49 persen.

Kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 19,48 persen.

Berdasarkan segmen debitur, kredit korporasi tumbuh 15,51 persen, sedangkan kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan positif 0,16 persen.

Kualitas aset perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net 0,84 persen.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat tinggi di level 23,97 persen.

Industri Keuangan Non-Bank

Tetap StabilDi sektor asuransi, total aset industri mencapai Rp1.202,16 triliun atau tumbuh 3,39 persen secara tahunan.

Tingkat permodalan industri juga tetap kuat dengan rasio Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa mencapai 476,11 persen dan asuransi umum serta reasuransi sebesar 311,74 persen, jauh di atas batas minimum 120 persen.

Sementara itu, aset industri dana pensiun tumbuh 6,12 persen menjadi Rp1.690,64 triliun.

Pada industri pembiayaan, piutang pembiayaan meningkat 2,08 persen menjadi Rp514,65 triliun.

Adapun outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) tumbuh 26,11 persen menjadi Rp102,07 triliun dengan tingkat kredit macet agregat (TWP90) sebesar 4,62 persen.

Di sektor aset kripto, jumlah akun investor mencapai 21,70 juta per April 2026.

Nilai transaksi aset kripto tercatat Rp22,89 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih tetap terjaga.

OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.