Connect with us

Lindungi UMKM, BPJamsostek dan Perbarindo Sultra Teken MoU perlindungan ketenagakerjaan

(Foto: Dok. BPJamsostek)

Regional

Lindungi UMKM, BPJamsostek dan Perbarindo Sultra Teken MoU perlindungan ketenagakerjaan

Kendari – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJMSOSTEK) Cabang Sulawesi Tenggara melaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sultra.

“MoU ini dalam rangka mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan debitur BPR untuk mendapatkan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada BPJAMSOSTEK,” ujar Irsan Sigma Octavian selaku Kepala BPJAMSOSTEK Sultra, Jumat, 7 Oktober 2022.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BPJAMSOSTEK Sultra, Irsan Sigma Octavian, Ketua DPD PERBARINDO Sultra, Ahmat, serta 16 Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se Sultra.

Penandatanganan MoU itu juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BPJAMSOSTEK Sultra dengan 14 Direktur BPR, yaitu BPR Bahteramas Kendari, BPR Bahteramas Konawe Selatan, BPR Bahteramas Buton Utara, BPR Bahteramas Bombana, BPR Bahteramas Wakatobi, BPR Bahteramas Bau-Bau, BPR Bahteramas Konawe, BPR Bahteramas Buton, BPR Bahteramas Konawe Utara, BPR Bahteramas Kolaka, BPR Bahteramas Kolaka Utara, BPR Bahteramas Raha, BPR Modern Kendari, dan BPR Rakyat Mandiri.

Irsan Sigma Octavian mengatakan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pelaku UMKM dan debitur dapat mengurangi risiko sosial bagi pelaku UMKM saat terjadi kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

“Melalui program BPJAMSOSTEK, ahli waris peserta berhak memperoleh santunan 42 juta rupiah melalui program Jaminan Kematian (JKM). Bagi peserta yang meninggal dunia sudah terdaftar aktif selama minimal tiga tahun, juga mendapatkan hak beasiswa maksimal dua anak anak dengan total beasiswa Rp174 juta,” tambahnya.

Lanjut Irsan, melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) seluruh biaya pengobatan dan perawatan peserta menjadi tanggungan BPJAMSOSTEK jika terjadi kecelakaan kerja, jika kecelakaan kerja mengakibatkan kematian, ahli waris peserta bisa mendapat santunan kematian akibat kecelakaan kerja dan selanjutnya, akan mendapatkan beasiswa bagi dua orang anak dengan nilai total hingga Rp174 juta.

Sementara itu, Ketua DPD PERBARINDO Sultra, Ahmat, menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut. Ia mengatakan, PERBARINDO akan berupaya untuk melindungi para debitur BPR, khususnya pelaku UMKM dalam program BPJAMSOSTEK.

“Kita berharap dari MoU ini setiap debitur akan mendapat perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Santunan yang diterima jika meninggal dunia sebesar 42 juta, momen ini menjadi upaya kita untuk melindungi para debitur,” ucap Ahmat.

Editor: Steven Widjaja

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Regional

Most Popular