Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi, Perusahaan Manufaktor Didorong Adopsi Solusi Berbasis AI
Highlights:
- Dalam menjaga produktivitas tinggi dengan operasional yang efisien, industri manufaktur menghadapi sejumlah tantangan. Dari konektivitas yang belum optimal di area produksi hingga terbatasnya integritas jaringan integritas information technology dan operational technology.
- Merespons tantangan itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), menawarkan dua solusi berbasis teknologi yang bisa memangkas downtime perusahaan manufaktur. Yakni, Huawei iMaster NCE-Campus dan Huawei OceanStor Dorado.
- Kedua solusi ini adalah besutan raksasa teknologi Huawei dan Multipolar Technology bertindak sebagai networking partner-nya.

Jakarta – Perusahaan manufaktur dituntut menjaga produktivitas tinggi dengan operasional yang efisien. Untuk mewujudkan hal itu, ada sejumlah tantangan yang harus dituntaskan, mulai dari konektivitas yang belum optimal di area produksi hingga terbatasnya integritas jaringan integritas information technology (IT) dan operational technology (OT).
Hambatan ketika melakukan troubleshooting serta stabilitas operasional yang belum terintegrasi secara menyeluruh juga menjadi tantangan. Pasalnya, kondisi ini berpotensi meningkatkan downtime yang menghambat kinerja produksi.
Merespons tantangan itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), menawarkan dua solusi berbasis teknologi yang bisa memangkas downtime perusahaan manufaktur. Dua solusi yang dimaksud adalah Huawei iMaster NCE-Campus dan Huawei OceanStor Dorado. Kedua solusi ini adalah besutan raksasa teknologi Huawei dan Multipolar Technology bertindak sebagai networking partner-nya.
Dalam seminar bertema “Smart Factory in Action: Stop Downtime, Start Performance” yang diselenggarakan Multipolar Technology dan Huawei di Bekasi, beberapa waktu lalu, Division Head Network Presales Multipolar Technology, Budianto Chandra mengungkapkan, kedua solusi ini memang dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur membangun operasional yang lebih andal, cerdas, aman, fleksibel, dan efisien.
“Dalam lingkungan manufaktur modern, jaringan pabrik dituntut harus mampu menghubungkan area produksi, gudang, kantor, kamera pengawas, monitoring dashboard, hingga data centersecara terpadu,” jelas Budianto dalam keterangan resmi, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia melanjutkan, sistem produksi juga harus mendukung mesin industri, robotic arm, autonomous guided vehicle, warehouse management system, dan sensor IoT secara real-time.
“Huawei iMaster NCE-Campus hadir untuk menyederhanakan pengelolaan konektivitas jaringan yang kompleks semacam itu,” lanjutnya.
Dengan unified IT/OT management, iMaster NCE-Campus bisa mengelola ribuan perangkat jaringan dan puluhan ribu terminal secara bersamaan. Kemampuan mengotomatisasi jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi keunggulan utamanya.
Solusi ini juga mendukung plug-and-play provisioning, sehingga dapat memangkas waktu onboard perangkat jaringan baru, ditambah access point Wi-Fi 7-nya yang menghadirkan konektivitas stabil tanpa meninggalkan blindspot pada area industri.
Sementara, platform iMaster NCE-CampusInsight, yang menjadi satu kesatuan dengan solusi iMaster NCE-Campus, dilengkapi AI-based root cause analysis dan network digital map. Ini memungkinkan perusahaan manufaktur memantau pengalaman pengguna (user experience), performa aplikasi, dan status jaringan dalam satu tampilan dashboard (single pane of glass management).
Platform ini mendukung lebih dari 27 protokol OT seperti Modbus, Profinet, Onvif yang mampu mendeteksi dan memblokir beragam ancaman siber. Gangguan jaringan pun bisa dideteksi sehingga downtime proses produksi dapat dicegah.
Sementara, Huawei OceanStor Dorado membuat akses data yang dibutuhkan iMaster NCE-Campus berjalan cepat atau real time. Solusi ini menawarkan platform storage untuk mendukung mission-critical workloads dengan performa tinggi, keamanan terintegrasi, dan keandalan kelas enterprise.
“Dapat dipahami bahwa storage dalam pengelolaan jaringan IT/OT perusahaan manufaktur bukan lagi sekadar pendukung, melainkan sudah menjadi strategic enabler,” tambah Budianto.
Sebagai informasi, teknologi FlashLink Algorithms yang dimiliki OceanStor Dorado sanggup meningkatkan efisiensi cache sampai 50 persen, mempercepat rekonstruksi data hingga 20 kali, dan meminimalkan latensi pada sistem penyimpanan.
Fitur RAID-TP-nya membuat sistem tetap berjalan tanpa mengganggu proses produksi meski terjadi kegagalan pada tiga disk secara bersamaan. Kemampuan menangani 7 controller fail dari 8controller serta ketangkasan dalam melakukan disaster recovery dan business continuity menjadi nilai tambah yang penting bagi solusi ini. AA

