Sssttt…! Chatib Basri dan Budi G Sadikin Dipanggil Istana, Calon Menkeu?

Jakarta– Drama reshuffle Kabinet Merah Putih memasuki babak baru. Dua nama berat mendadak dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara: Muhammad Chatib Basri (MCB) dan Budi Gunadi Sadikin (BGS).

Isunya? Kursi Menteri Keuangan (Menkeu) bakal dirotasi. Akan ada Menkeu baru pengganti Purbaya Yudhi Sadewa yang kabarnya bakal digeser ke BI.

Rumor ini beredar kencang sejak Senin (9/6) Sumber The Asian Post di internal Istana mengungkapkan, keduanya “dipanggil ngobrol” dengan Prabowo.

AP HEADER

Bahasa halusnya: konsultasi. Bahasa pasarnya: fit and proper test dadakan. Targetnya satu: Menkeu.

Seminggu terakhir bursa calon Menkeu memang seperti bursa saham: naik turun ndak keruan.

Mirip skenario sinetron kejar tayang: pekan lalu nama Purbaya Yudhi Sadewa mulai goyang.

Isunya gara-gara target penerimaan pajak versus realisasi APBN yang nggak akur. Rupiah juga lagi goyah.

Selasa-Kamis: nama Chatib Basri tiba-tiba naik daun. Mantan Menkeu era SBY itu disebut-sebut sudah “sowan” ke Kertanegara. Grup WA wartawan ekonomi langsung ramai.

Jumat-Sabtu: giliran Budi Gunadi Sadikin masuk radar. Menkes yang sukses menangani COVID-19 ini dinilai punya rekam jejak manajerial bagus dan dekat ke Prabowo.

Logikanya: BGS bisa “memberesi” BPJS dan APBN kesehatan, berarti mempunyai potensi untuk memberesi yang lain.

Konon, menurut sumber The Asian Post, pada awal-awal pembentukan Kabinet Merah Putih, BGS sebenarnya sudah diplot menjadi salah satu kandidat Menkeu, namun kalah dukungan.

Puncaknya, Senin (9/6): dua-duanya dipanggil ke Istana bareng. Artinya, Prabowo belum memutuskan.

Masih timbang-timbang: butuh teknokrat murni atau butuh manajer lapangan?Padahal publik sudah teriak: Kementerian Ekonomi itu urgent. Kursi Menkeu membutuhkan orang yang mampu mengatasi ketimpangan APBN dan fiskal.

Siapa di antara mereka yang mampu meyakinkan Prabowo? Dua-duanya sama-sama kuat. Sama-sama memiliki kelebihan, juga kekurangan.

Menurut Direktur Eksekutif Center for Economic and Democracy Studies (CEDeS) Zaenul Ula, jika Prabowo memilih Chatib berarti Prabowo ingin memberi sinyal ke pasar: “Saya serius jaga APBN, fiskal aman”.

“Sinyal ini bisa membuat investor asing auto tenang,” ujar Zaenul Ula kepada The Asian Post, Selasa (9/6). Namun, lanjut dia, kalau Prabowo lebih memilih Budi Gunadi, berarti Prabowo sedang butuh “menteri tukang beres-beres”.

“APBN sedang jebol gara-gara beban kesehatan, MBG, dan bansos. Budi dianggap bisa efisiensi kayak waktu ngatur vaksin dulu,” ujar Zaenul.

Yang pasti, kata dia, panggilan ke Istana ini berarti kursi Menkeu sudah di ujung tanduk. Purbaya sepertinya tinggal menunggu waktu.

“Tinggal Prabowo pilih: mau ekonom kalem yang disukai pasar, atau dokter galak yang jago motong anggaran?” tegasnya.

Namun sampai malam ini, Purbaya masih menjabat Menkeu.

Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco, keduanya datang ke Istana untuk diminta pendapatnya mengenei situasin ekonomi belakangan ini yang ditandai penurunan nilai rupiah dan IHSG.

Berikut ini biodata singkat kedua tokoh ini:

Muhammad Chatib Basri

  • Lahir: Jakarta, 22 Agustus 1965.- Pendidikan: S1 Ekonomi UI, S2 dan S3 Monash University Australia.
  • Track record: Chatib Basri pernah menjabat Menkeu (21 Mei 2013 – 20 Oktober 2014). Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (14 Juni 2012 – 1 Oktober 2013). Dia juga pernah duduk sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008) dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional, dilantik pada 5 November 2024.
  • Ciri khas: Ekonom murni, anteng, disegani pasar dan investor asing. Bahasanya “bankable”.

Budi Gunadi Sadikin

  • Lahir: Bandung, 3 Mei 1964.-
  • Pendidikan: S1 Teknik Industri ITB, MBA Duke University AS.
  • Track record: Budi Gunadi Sadikin saat ini menjabat Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Inalum (Persero), lalu pada tahun 2019, ia diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo.
  • Pada 23 Desember 2020, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.
  • Ciri khas: Manajer ulung, berani motong birokrasi, dekat Prabowo. Tapi basic-nya bukan ekonom. (Darto Wiryosukarto)
You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.