Sambas Bersiap Miliki Sekolah Rakyat, Solusi Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin dan Putus Sekolah

Highlight:

  • Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Kementerian PU meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
  • Sekolah Rakyat akan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak dari keluarga miskin, yatim piatu, dan putus sekolah.
  • Pemkab Sambas berkomitmen menyiapkan tenaga pengajar profesional untuk mendukung operasional sekolah dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Jakarta– Kabupaten Sambas selangkah lebih dekat mewujudkan hadirnya Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, hingga mereka yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

AP HEADER

Komitmen tersebut ditandai dengan peninjauan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat oleh Bupati Sambas H. Satono bersama Staf Khusus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, serta Tim Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sabtu (6/6/2026).

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Khususnya, kelompok rentan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Bupati Satono menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Pemerintah daerah terus mendorong percepatan seluruh tahapan administrasi agar pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat segera berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Kabupaten Sambas dinilai memiliki prospek pengembangan yang baik untuk program tersebut karena berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, yang menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat oleh Bupati Sambas Satono. (Foto: Istimewa)

Fokus untuk Anak Miskin dan Putus Sekolah

Satono menjelaskan, Sekolah Rakyat nantinya akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin, anak yatim piatu, serta anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.

Selain mendukung pembangunan fisik sekolah, Pemerintah Kabupaten Sambas juga menyatakan kesiapan dalam menyiapkan sumber daya pendukung, termasuk tenaga pengajar yang kompeten.

“Kami di daerah, berkomitmen mendukung penyediaan tenaga pengajar yang profesional dan berkualitas di sekolah rakyat nantinya,” kata Bupati Sambas.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam meningkatkan perlindungan sosial serta kualitas sumber daya manusia di wilayah beranda terdepan Indonesia.

Jika terealisasi sesuai rencana, Sekolah Rakyat akan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen penting dalam menekan angka putus sekolah dan kemiskinan di Kabupaten Sambas. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.