Connect with us

Kali Ini BPOM Rilis 65 Obat Sirup Yang Bebas Pelarut Berbahaya

Daftar 65 obat sirup yang bebas dari empat pelarut yang diduga berbahaya, yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol. (Foto: YouTube)

National

Kali Ini BPOM Rilis 65 Obat Sirup Yang Bebas Pelarut Berbahaya

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar baru 65 obat sirup yang tidak menggunakan empat pelarut yang diduga berbahaya, yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol, pada Kamis, 27 Oktober 2022.

Sebelumnya, BPOM juga telah merilis daftar 133 obat sirup yang aman dari empat pelarut tersebut, pada Senin (24/10).

Dengan demikian, ada 198 obat sirup yang aman dari propilen glikol Cs.  

“Daftar tambahan 65 sirup obat ini, kami buat berdasarkan penelusuran yang BPOM lakukan dari yang sebelumnya. Ada beberapa sedang berproses untuk renewal atau perpanjangan izin edar, dan perubahan produk atau perubahan variasi,” kata Pelaksana Harian Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM Elin Herlina dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/10).

Berikut daftar 65 obat sirup tersebut:

  1. Ambroxol (obat batuk) Pemilik izin edar: Erlangga Edi Laboratories
  2. Bisolvon (obat batuk) Pemilik izin edar: Aventis Pharma
  3. Cataflam (obat radang) Pemilik izin edar: Novartis Indonesia
  4. Chloramphenicol Palmitate (antibiotika) Pemilik izin edar: Meprofarm
  5. Chlorphenamine Maleat (obat alergi) Pemilik izin edar: Yekatria Farma
  6. Colicaid (anti kembung) Pemilik izin edar: Vitabiotics Healthcare
  7. Coromecytin (antibiotika) Pemilik izin edar: Coronet Crown
  8. Cotrimoxazole (antibiotika) Pemilik izin edar: Holi Pharma
  9. Devosix (obat flu) Pemilik izin edar: IFARS Pharmaceuticals
  10. Dominal (obat mual) Pemilik izin edar: Actavis Indonesia
  11. Domino (obat mual) Pemilik izin edar: Afifarma
  12. Dompreridone (obat mual) Pemilik izin edar: Afifarma
  13. Dulcolactol (pencahar) Pemilik izin edar: Aventis Pharma
  14. Duphalac 120 ml (pencahar) Pemilik izin edar: Abbott Indonesia
  15. Duphalac 200 ml (pencahar) Pemilik izin edar: Abbott, Indonesia
  16. Duphalac 45 ml (pencahar) Pemilik izin edar: Abbott Indonesia
  17. Erlapect (obat batuk) Pemilik izin edar: Erlangga Edi Laboratories
  18. Extralac (obat batuk) Pemilik izin edar: Kimia Farma
  19. Flagyl (antimikroba) Pemilik izin edar: Aventis Pharma
  20. Gigadryl (obat batuk) Pemilik izin edar: Solas Langgeng Sejahtera
  21. Gitri (antibiotika) Pemilik izin edar: Holi Pharma
  22. Graphalac (pencahar) Pemilik izin edar: Gracia Pharmindo
  23. Kandistatin (anti jamur) Pemilik izin edar: Mestika Farma
  24. Lacons (pencahar) Pemilik izin edar: Mahakam Beta Farma
  25. Lactofid (pencahar) Pemilik izin edar: Etercon Pharma
  26. Lactulose (pencahar) Pemilik izin edar: Etercon Pharma
  27. Laactulos (pencahar) Pemilik izin edar: Dexa Medica
  28.  Lantulos (pencahar) Pemilik izin edar: Pertiwi Agung
  29.  Levosif (obat batuk) Pemilik izin edar: Pertiwi Agung
  30. Mesaflukin (obat flu) Pemilik izin edar: Harse
  31. Metrolet (antimikroba) Pemilik izin edar: Harsen
  32. Molexdryl (obat batuk dan alergi) Pemilik izin edar: Molex Ayus
  33. Monell (obat mual) Pemilik izin edar: Novell Pharmaceutical Laboratories
  34.  Mucopect (obat batuk) Pemilik izin edar: Aventis Pharma
  35. New Mentasin (obat batuk) Pemilik izin edar: Universal Pharmaceutical Industries
  36. Noprenia (anti psikotik) Pemilik izin edar: Novell Pharmaceutical Laboratories
  37. Nosfocin (obat batuk) Pemilik izin edar: Novell Pharmaceutical Laboratories
  38. Novalgin (pereda nyeri) Pemilik izin edar: Aventis Pharma
  39. Obat Batuk Hitam 100 ml (obat batuk) Pemilik izin edar: Nusantara Beta Farma
  40. Obat Batuk Hitam 200 ml (obat batuk) Pemilik izin edar: Nusantara Beta Farma
  41. Obat Batuk Hitam (obat batuk) Pemilik izin edar: Lucas Djaja
  42. OBH Sekar (obat batuk) Pemilik izin edar: Sampharindo Perdana
  43. Omestan (pereda nyeri) Pemilik izin edar: Mutiara Mukti Farma
  44. 50Opilax (pencahar) Pemilik izin edar: Otto Pharmaceutical Industries
  45. Opilax (pencahar) Pemilik izin edar: Otto Pharmaceutical Industries
  46. Primperan (obat mual) Pemilik izin edar: Soho Industri Pharmasi
  47. Ramadryl Atusin (obat batuk) Pemilik izin edar: Rama Emerald Multi Sukses 
  48. Renalyte (pengganti cairan tubuh) Pemilik izin edar: Pratapa Nirmala
  49. Risperdal (anti psikotik) Pemilik izin edar: Soho Industri Pharmasi
  50. Solac (pencahar) Pemilik izin edar: Soho Industri Pharmasi
  51. Starlax (pencahar) Pemilik izin edar: Ifars Pharmaceutical Laboratories
  52. Suprachlor (antibiotika) Pemilik izin edar: Meprofarm
  53. Suprachlor botol isi 60 ml (antibiotika) Pemilik izin edar: Meprofarm
  54. Supramox (antibiotika) Pemilik izin edar: Meprofarm
  55. Trimeta (antibiotika) Pemilik izin edar: Intijaya Meta Ratna Pharmindo
  56. Ulsidex (obat maag) Pemilik izin edar: Dexa Medica
  57. Uni OBH (obat batuk) Pemilik izin edar: Universal Pharmaceutical Industries
  58. Uni OBH 300 ml (obat batuk) Pemilik izin edar: Universal Pharmaceutical Industries
  59. Univxon (obat cacing) Pemilik izin edar: Universal Pharmaceutical Industries
  60. Vosea (obat mual) Pemilik izin edar: Graha Farma
  61. Yekadryl Expectorant (obat batuk dan alergi) Pemilik izin edar: Yekatria Farma
  62. Yekadryl Extra dulu 100 ml (obat batuk dan alergi) Pemilik izin edar: Yekatria Farma
  63. Yekadryl Extra 55 ml (obat batuk dan alergi) Pemilik izin edar: Yekatria Farma
  64.  Zenirex (obat batuk) Pemilik izin edar: Pabrik Pharmasi Zenith)
  65. Zincpro (obat diare) Pemilik izin edar: Combiphar

Penulis: Steven Widjaja

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in National

Most Popular