Sssttt….! Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru di KMP
Highlights:
- Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih (KMP) pada sore hari ini, Senin (27/4).
- Sejumlah nama telah disiapkan untuk mengisi posisi strategis di lingkaran Istana. Prosesi pelantikan disebut akan digelar sore ini pukul 15.00 WIB.
- Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan, Menteri Sekretaris Negara, maupun DPP PDIP soal rencana reshuffle Kabinet Merah Putih dan upaya lobi politik tersebut. The Asian Post masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih (KMP) pada sore hari ini, Senin (27/4).
Informasi yang dihimpun The Asian Post menyebutkan, sejumlah nama telah disiapkan untuk mengisi posisi strategis di lingkaran Istana. Prosesi pelantikan disebut akan digelar sore ini pukul 15.00 WIB.
Salah satu perubahan berada di posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), diplot menggantikan M. Qodari.
“Qodari digeser ke Badan Komunikasi (Bakom) sebagai juru bicara presiden di Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Ini titik lemah komunikasi di Istana,” ujar sumber The Asian Post, Senin (27/4).
Perubahan juga terjadi di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLHK). M. Jumhur Hidayat disebut akan dilantik sebagai Menteri KLHK menggantikan Hanif Faisol.
“Jumhur sebetulnya sudah lama ditawari jadi Wamen, tapi baru pada reshuffle kali ini dia masuk,” ujar sumber The Asian Post.
Sementara itu, di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), nama Angga Raka Prabowo disebut akan menggantikan Meutya Hafid. Angga saat ini adalah Wamen Komdigi.
“Sore ini jam 3 mereka akan dilantik,” ungkap narasumber tersebut.
Lobi ke PDIP Kembali Gagal
Di tengah kabar reshuffle ini, sumber The Asian Post mengungkapkan Presiden Prabowo kembali mencoba melobi PDI Perjuangan untuk bergabung ke dalam kabinet. Namun, upaya tersebut kembali menemui jalan buntu.
Sumber The Asian Post di partai berlambang kepala banteng moncong putih itu menyebut, faksi ideologis di internal PDIP masih cukup kuat meski desakan dari faksi pragmatis untuk masuk ke pemerintahan sangat kencang.
“Bu Mega konsisten dengan sikapnya. Mereka yang ingin masuk pemerintahan karena ingin aman saja, mungkin ada kasus hukum,” ujar sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan, Menteri Sekretaris Negara, maupun DPP PDI Perjuangan terkait rencana reshuffle Kabinet Merah Putih dan upaya lobi politik tersebut. The Asian Post masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. DW


