Srikandi PNM Veronica Colondam dan Nurhaida Raih Penghargaan The Most Outstanding Women in SOE Subsidiary
Highlight:
- Veronica Colondam dan Nurhaida raih penghargaan Infobank 500 Most Outstanding Women 2026, menegaskan peran perempuan di BUMN pembiayaan.
- Permodalan Nasional Madani (PNM) perkuat inklusi keuangan: nasabah Mekaar tembus lebih dari 15 juta dengan penyaluran pembiayaan ratusan triliun.
- Kepemimpinan dan pengawasan strategis mendorong PNM konsisten memperluas akses modal dan pemberdayaan ultra mikro secara nasional.
Jejak pengaruhnya tak hanya berhenti di ruang kebijakan, tetapi menjalar hingga denyut ekonomi akar rumput. Veronica Colondam dan Nurhaida tampil sebagai Duo Srikandi Permodalan Nasional Madani (PNM) yang meraih penghargaan “The Most Outstanding Women in State-Owned Enterprise Subsidiary” dalam ajang Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 di Wisma Batari, Solo, Jumat (17/6/2026).
Pengakuan ini menjadi penanda kuat bahwa peran perempuan kian menentukan arah industri keuangan. Khususnya, dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor ultra mikro.
Di sektor ultra mikro yang menjadi fokus PNM, pendekatan berbasis pemberdayaan menjadi kunci. Kehadiran figur seperti Veronica dan Nurhaida menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan tidak hanya memperkuat tata kelola, tetapi juga mendorong dampak sosial yang luas. Mereka turut dalam membuka akses keuangan bagi kelompok yang selama ini sulit menjangkau layanan formal.
Veronica Colondam dikenal luas sebagai pendiri YCAB Foundation dan sosok yang lama berkecimpung dalam pemberdayaan generasi muda serta inklusi sosial.
Pengalamannya dalam membangun ekosistem berbasis pendidikan dan kewirausahaan memberi perspektif kuat dalam pengawasan PNM.
Selain mengawasi sistem yang bergerak di perusahaan, Veronica memastikan bahwa pembiayaan tidak berhenti pada angka, tetapi berlanjut pada peningkatan kapasitas usaha.
Sementara itu, Nurhaida memiliki rekam jejak panjang di sektor pasar modal dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat governance, manajemen risiko, dan arah strategis perusahaan.
Sinergi keduanya tercermin dalam kinerja PNM yang terus melesat. Hingga 2025, program Mekaar PNM telah menjangkau lebih dari 15 juta nasabah perempuan prasejahtera. Total penyaluran pembiayaan PNM mencapai ratusan triliun rupiah.
Skema pembiayaan berbasis kelompok tanpa agunan ini tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga dibarengi pendampingan intensif. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan keberlanjutan usaha ultra mikro sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional.
Dari Pengawasan ke Dampak Nyata
Di balik capaian tersebut, peran komisaris independen menjadi krusial dalam menjaga arah perusahaan tetap berada pada jalur yang sehat dan berkelanjutan.
Veronica dan Nurhaida tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan perspektif strategis dalam pengembangan produk, perluasan layanan, hingga penguatan ekosistem pemberdayaan.
Pendekatan PNM yang menggabungkan pembiayaan dan pendampingan menjadi pembeda utama. Nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga pelatihan, literasi keuangan, hingga akses pasar.
Strategi ini memperkuat ketahanan usaha sekaligus meningkatkan peluang naik kelas bagi pelaku ultra mikro.
Penghargaan yang diraih Veronica Colondam dan Nurhaida pada akhirnya menjadi cerminan dari kerja kolektif yang berdampak luas.
Mereka tidak sekadar menjadi simbol kepemimpinan perempuan, tetapi juga representasi dari perubahan nyata di sektor keuangan bahwa inklusi, keberlanjutan, dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan. (*) Ranu Arasyki Lubis


