BTN Borong Lima Penghargaan di Singapura, Hasil Transformasi Beyond Mortgage on Track di Ekosistem Danantara

Highlights:

  • BTN kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Asian Banking and Finance Awards 2026 di Singapura.
  • Capaian ini tak bisa dilepaskan dari transformasi yang dilakukan BTN di bawah orkestrasi Danantara Indonesia. Transformasi BTN juga diarahkan untuk memperluas peran perseroan menuju beyond mortgage bank seraya tetap menjaga tata kelola yang prudent.
  • BTN terus mengembangkan solusi keuangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pembiayaan rumah, layanan transaksi, tabungan, wealth solution, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga penguatan bisnis corporate dan commercial banking.

AP HEADER

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Asian Banking and Finance Awards 2026 di Singapura.

Kelima penghargaan yang diraih BTN di ajang internasional itu, yakni Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology and Operations Bank of the Year, serta Ecosystem Initiative of the Year – Indonesia.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, capaian ini tak bisa dilepaskan dari transformasi yang dilakukan BTN di bawah orkestrasi Danantara Indonesia. Di bawah orkestrasi Danantara Indonesia, transformasi BTN tak hanya diarahkan untuk memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, tetapi juga memperluas peran perseroan menuju beyond mortgage bank seraya tetap menjaga tata kelola yang prudent.

BTN kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Asian Banking and Finance Awards 2026 di Singapura, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Melalui strategi tersebut, BTN terus mengembangkan solusi keuangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pembiayaan rumah, layanan transaksi, tabungan, wealth solution, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga penguatan bisnis corporate dan commercial banking yang terkait dengan ekosistem perumahan dan sektor-sektor strategis nasional.

“Transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh. Kami tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem,” ujar Setiyo di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Setiyo menambahkan, pengakuan internasional terhadap transformasi BTN juga tercermin dari pencapaian perseroan sebagai bank pertama di Indonesia yang memperoleh MSCI ESG Rating AA. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja finansial yang solid, tetapi juga semakin diakui dari sisi environmental, social, and governance di tingkat global.

“BTN ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami dorong, baik di sektor perumahan maupun ekosistem yang lebih luas, tetap menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional,” sebut Setiyo.

BTN kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Asian Banking and Finance Awards 2026 di Singapura, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Di satu sisi, Perseroan terus memperkuat kualitas proses kredit, risk culture, early warning system, pengelolaan portofolio, serta tata kelola risiko secara end-to-end. Dengan fondasi tersebut, ekspansi bisnis BTN diharapkan tetap berada dalam koridor prudential banking dan mampu menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.

“Kami ingin setiap pertumbuhan kredit, baik di segmen konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi, tetap didukung oleh proses yang disiplin, data-driven, dan memiliki kontrol risiko yang kuat,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan perseroan terus mempercepat transformasi di lini bisnis korporasi dan komersial lewat penguatan layanan korporasi berbasis digital, pengembangan ecosystem-driven business, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis.

“BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional,” tegas Helmy.

Helmy menjelaskan, pendekatan ekosistem menjadi salah satu kunci transformasi BTN ke depan. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, BTN memiliki ruang besar untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, baik bagi nasabah individu, pelaku usaha, maupun institusi. Hal tersebut mencakup solusi pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, serta layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.

Kinerja Ciamik

Sementara itu, dengan berbagai strategi transformasi tersebut, BTN terus mencatatkan kinerja positif. Per Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun. Pertumbuhan laba BTN tersebut berada di atas rata-rata peningkatan laba bank umum nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba bersih perbankan nasional tumbuh 4,96% secara tahunan per Mei 2026.

Kinerja BTN juga ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang solid. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun. Kinerja kredit dan dana pihak ketiga BTN tersebut juga melampaui pertumbuhan rata-rata industri perbankan nasional. Secara nasional, kredit dan DPK industri perbankan masing-masing tumbuh sebesar 8,62% yoy dan 4,29% yoy per Mei 2026.

Ke depan, BTN menegaskan akan terus melanjutkan agenda transformasi secara disiplin dengan memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, memperluas layanan berbasis ekosistem, mempercepat digitalisasi dan otomasi, serta menjaga kualitas pertumbuhan melalui manajemen risiko yang prudent. SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.