Mendorong Perubahan, Menyiapkan Masa Depan

Leader satu ini mendorong transformasi dan memperluas bisnis Bank Mantap dengan kepemimpinan tegas dan berorientasi pada hasil. Ia tengah membangun capability dan skillset baru agar yang dipimpinnya tak hanya kuat di bisnis pensiunan, tapi juga mampu bersaing di tingkat regional.

Oleh Ari Nugroho

MEMIMPIN perubahan butuh visi, keberanian, dan kecepatan. Itulah pendekatan Panji Irawan dalam membawa Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) keluar dari zona nyaman.

AP HEADER

Sejak dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Mantap pada akhir 2025, ia mendorong perubahan bukan hanya pada struktur organisasi, tapi juga pada pola kerja, kemampuan sumber daya manusia (SDM), dan model bisnis agar bank yang identik dengan pensiunan ini makin kompetitif.

Baginya, transformasi tidak bisa berjalan setengah hati, apalagi ketika waktu untuk membuktikan hasil begitu terbatas. Ia ingin perubahan berlangsung cepat, berdampak nyata, dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan, terutama nasabah pensiunan yang menjadi bagian penting dari bisnis Bank Mantap.

Tapi, menggerakkan perubahan bukanlah perkara mudah. Panji mesti menyatukan seluruh elemen di Bank Mantap, yang berasal dari berbagai latar belakang dan dengan persepsi yang beragam pula. Ia memilih meyakinkan tim terlebih dulu dengan visi, alasan yang jelas, dan contoh konkret, sebelum menerjemahkannya menjadi langkah strategis.

Baginya, transformasi bukan sekadar mengganti struktur organisasi, tapi juga memastikan seluruh tim memahami arah yang dituju. Setelah fondasi visi dibangun, Panji mulai membenahi organisasi Bank Mantap. Ia menambah direktorat, memperkuat divisi, serta mem-perjelas tanggung jawab setiap bagian.

Langkah ini menjadi bekal untuk memperluas bisnis sekaligus membangun capability yang dibutuhkan Bank Mantap agar tidak terus bergantung pada satu segmen utama. Gaya kepemimpinan Panji terbilang lugas dan berorientasi pada hasil. Ia mengakui bahwa dalam situasi tertentu, pendekatan yang lebih tegas diperlukan, terutama ketika perubahan berhadapan dengan kebiasaan lama.

“Kalau memang tidak bisa dikasih tahu sekali dengan lemah lembut, ya terpaksa kami mesti pakai bahasa yang jelas,” ujarnya kepada Infobank, bulan lalu.

Panji menambahkan, organisasi tak bisa terus bergerak dengan cara yang sama hanya karena pola itu sudah nyaman dijalankan selama bertahun-tahun. Makanya, ia tidak ingin transformasi hanya menjadi agenda di atas kertas.

Panji pun turun langsung ke pelbagai cabang, mulai dari Papua hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Sulawesi. Lewat kunjungan itu, ia berusaha meyakinkan karyawan bahwa Bank Mantap harus berani berkompetisi dengan pemain lain yang melayani segmen pensiunan. Perkembangan pekerjaan pun dipantau melalui rapat direksi, komunikasi digital, dan evaluasi rutin agar hambatan bisa segera ditangani.

Dalam hampir setahun kepemimpinannya, salah satu perubahan penting adalah pembentukan tiga direktorat tambahan, termasuk bidang transformasi serta retail dan jaringan. Bank Mantap juga mengembangkan sembilan kantor distribusi menjadi sepuluh kantor regional. Perubahan ini dirancang agar pengelolaan bisnis, jaringan, pendanaan, dan layanan di daerah lebih terarah, termasuk untuk menjangkau nasabah di Papua dan Sulawesi secara lebih dekat.

Juni lalu, Bank Mantap memperkenalkan konsep Regional CEO. Peran kantor regional tak lagi sebatas menyalurkan target dari pusat ke kantor cabang, tapi diperluas untuk menangani aspek bisnis dan operasional di wilayah masing-masing.

Dengan model ini, kantor regional diharapkan punya tanggung jawab lebih besar dan kemampuan mengambil peran yang lebih strategis. Di balik agenda itu, sebagai leader, Panji membawa visi besar. Ia ingin Bank Mantap tetap menjadikan pembiayaan pensiunan sebagai backbone, tapi juga memiliki skillset dan model bisnis baru.

“Saya menginginkan di era saya terjadi transformasi, di mana skillset dari Bank Mantap ini
bukan cuma pensiunan,” ujar peraih gelar Sarjana Agricultural & Resource Economics dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Magister Manajemen Risiko dari Universitas Indonesia (UI) ini.

Modal Panji untuk membawa Bank Mantap to the next level itu terbentuk dari perjalanan panjangnya di industri perbankan. Ia mengawali karier sebagai bankir pada 1991, di Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), salah satu bank legacy Bank Mandiri.

Ia kemudian menduduki berbagai posisi strategis di Bank Mandiri, termasuk Direktur Keuangan dan Strategi, Direktur Operation, serta Direktur Treasury dan International Banking. Panji juga tercatat pernah menjadi Direktur Treasury and International Bank Negara Indonesia (BNI) dan Tim Perancang BPI Danantara bidang finance. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.