Bank Jakarta Bekali Ibu-Ibu di Pulau Pari Cara Cerdas Kelola Finansial dan Kembangkan Usaha Produktif
Jakarta– Sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan, Infobank Media Group berkolaborasi dengan Bank Jakarta mengadakan edukasi keuangan bagi masyarakat Pulau Pari.
Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan literasi keuangan bertema “Green Future Healthy Society” yang digelar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada Jumat (19/6/2026)
Di kesempatan itu, Bank Jakarta mengajak masyarakat Pulau Pari, khususnya kaum wanita, untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan memanfaatkan layanan keuangan formal guna mendukung kegiatan usaha yang produktif.

Vice President Dana & Transaksional Bank Jakarta, Yuniar Tranesia Manik, mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga yang berperan dalam mengatur keuangan keluarga sehari-hari.
“Ibu-ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mengelola keuangan keluarga. Karena itu, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin memahami cara mengatur keuangan dengan baik, mulai dari menabung, merencanakan pengeluaran, hingga memanfaatkan layanan keuangan secara bijak,” ujar Yuniar dihadapan ibu-ibu yang hadir.
Bank Jakarta juga mengenalkan produk digital JackOne Mobile Bank Jakarta yang didalamnya berisi berbagai produk/layanan yang bisa diakses, seperti kredit UMKM, kredit Kecil Monas, Kredit Modal Kerja, hingga Tabungan Simpeda Monas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan usaha produktif.
Melalui akses keuangan yang lebih luas, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Yuniar, penggunaan layanan keuangan formal tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih aman dan terencana.
“Selain memanfaatkan produk dan layanan keuangan untuk kebutuhan usaha dan transaksi sehari-hari, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap berbagai tawaran pinjaman ilegal yang dapat merugikan. Pastikan menggunakan layanan keuangan dari lembaga yang resmi dan terpercaya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan masyarakat Pulau Pari untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang masih banyak menyasar masyarakat melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi digital.
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Manajemen Strategis (LMST) OJK Jabodetabek, Nuning Isnainijati, mengimbau agar masyarakat diminta tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjaman cepat dengan proses yang terlihat mudah, namun berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari.
“OJK menekankan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan,” terang Nuning.
Legal berarti memastikan penyedia layanan keuangan telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang.
Sementara logis berarti masyarakat perlu mencermati setiap tawaran yang diterima dan mewaspadai janji keuntungan besar atau kemudahan yang tidak masuk akal.
Adapun, Nuning menyampaikan apresiasinya kepada Infobank Media Group, Bank Jakarta, dan pelaku jasa keuangan lainnya yang terlibat dalam literasi keuangan mengingat tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kepulauan Seribu, termasuk Pulau Pari masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta.
“Kepulauan Seribu masih menjadi wilayah dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan paling rendah di DKI Jakarta, sehingga perlu mendapat perhatian khusus agar pemerataannya bisa tercapai,” kata Nuning.
Lebih lanjut, OJK menyatakan dukungannya terhadap aksi penanaman kelima kalinya 10.000 bibit mangrove di Pulau Pari.
Menurutnya, pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi keuangan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan, sebagaimana tema kegiatan “Green Future Healthy Society”. (*) RAL

