OJK Genjot Literasi Keuangan di Pulau Pari, Target 100 Persen Pelajar Punya Rekening
Highlight:
- OJK memperluas program literasi dan inklusi keuangan di Pulau Pari untuk mengejar pemerataan akses keuangan di Kepulauan Seribu.
- Sebanyak 100 rekening Simpanan Pelajar (Simpel) ditargetkan dibuka bagi siswa SD Negeri 01 Pulau Pari yang belum memiliki rekening.
- Program pemberdayaan masyarakat akan menyasar UMKM perempuan dengan dukungan lembaga jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

Kepulauan Seribu, Jakarta– Upaya memperluas akses literasi dan inklusi keuangan hingga ke wilayah kepulauan terus digencarkan.
Infobank Media Group bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan industri keuangan menggelar kegiatan “Pemberdayaan Pulau Pari Melalui Keberlanjutan Lingkungan, Literasi Keuangan, dan Kesehatan Masyarakat” di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Program ini menyasar pelajar serta komunitas perempuan sebagai kelompok strategis untuk mendorong peningkatan pemahaman keuangan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi OJK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempercepat akses keuangan dan pemberdayaan masyarakat di daerah.
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Manajemen Strategis (LMST) OJK Jabodetabek, Nuning Isnainijati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan akses keuangan daerah yang dijalankan bersama Pemprov DKI Jakarta.
“Program ini merupakan kolaborasi OJK dan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, termasuk melalui program satu rekening satu pelajar,” ujar Nuning.
Menurutnya, Pulau Pari dipilih karena tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kepulauan Seribu masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta.
Karena itu, OJK berupaya menghadirkan pemerataan akses edukasi dan layanan keuangan hingga ke wilayah kepulauan.
Program yang dijalankan di Pulau Pari juga menjadi kelanjutan dari program Ekosistem Keuangan Inklusif yang telah dilaksanakan OJK sejak tahun lalu di wilayah Kepulauan Seribu Utara.
Tahun ini, cakupan program diperluas ke Kepulauan Seribu Selatan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Kepulauan Seribu masih menjadi wilayah dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan paling rendah di DKI Jakarta, sehingga perlu mendapat perhatian khusus agar pemerataannya bisa tercapai,” kata Nuning.
Selain memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, OJK juga menyiapkan program pembukaan rekening bagi pelajar melalui Simpanan Pelajar (Simpel).
Dari sekitar 200 siswa yang ada, sebanyak 100 siswa tercatat belum memiliki rekening dan akan menjadi sasaran program tersebut.
Pembukaan rekening dilakukan secara bertahap bersama industri perbankan dan ditargetkan mencapai puncaknya pada peringatan Hari Indonesia Menabung pada Agustus mendatang.
Berdayakan UMKM Pulau Pari
Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang disesuaikan dengan potensi unggulan Pulau Pari.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Nuning Isnainijati, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat akan diarahkan pada sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga, terutama pariwisata, perikanan, dan usaha mikro.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak hanya memahami pengelolaan keuangan, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
“Ke depan kami akan melibatkan lebih banyak lembaga jasa keuangan untuk mendukung pemberdayaan UMKM, khususnya komunitas perempuan yang menjalankan usaha skala kecil,” jelas Nuning.
Melalui program yang berkelanjutan, OJK berharap masyarakat Pulau Pari semakin melek keuangan, memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (*) Ranu Arasyki Lubis

