Pulang ke Kota Kelahiran, Amelia Ong Buka BRI Jazz Gunung Slamet 2026 dengan Pesan untuk Bumi
Highlight:
- Amelia Ong untuk pertama kalinya tampil di panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026 di kota kelahirannya, Purwokerto.
- Menutup penampilan dengan lagu Ibu Pertiwi, Amelia mengajak publik meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
- BRI Jazz Gunung Series 2026 mengusung tema “Jazz-tination” yang memadukan musik jazz, pariwisata, budaya, dan keindahan alam Indonesia.

Jakarta – Penampilan Amelia Ong di panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026 menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya.
Untuk pertama kalinya, solois jazz internasional asal Purwokerto itu dipercaya tampil di festival bergengsi tersebut sekaligus membuka rangkaian pertunjukan dengan membawakan sejumlah lagu, termasuk beberapa materi baru yang disiapkan khusus bagi Jamaah Al-Jazziyah.
Rintik hujan yang sempat mengguyur kawasan konser tak mengurangi semangat Amelia dan para personel ensembelnya.
Justru, suasana itu menambah hangat penampilan mereka yang juga menjadi ajang reuni para musisi yang telah lama bekerja sama dalam berbagai proyek musik.
“Kami tadi sudah memberikan yang sangat-sangat terbaik, apalagi ini juga seperti reunian juga buat kita. Jadi tadi itu senang banget, kami have fun, dan kami bawain banyak lagu yang eksklusif yang baru, jadi kami happy banget,” ujar Amelia kepada awak media usai tampil.
Lebih dari sekadar tampil di sebuah festival musik, panggung BRI Jazz Gunung Slamet menjadi pengalaman emosional bagi Amelia.
Setelah bertahun-tahun berkiprah di industri musik, ia akhirnya mendapat kesempatan tampil di panggung besar di kota tempat dirinya dilahirkan.
“Aku sudah lama di dunia musik juga, tapi gak percaya, maksudnya bahwa kami baru pertama kali main di panggung besar di kota sendiri kali ini, setelah aku sudah berusia 30 sekian kan sekarang. Jadi bangga banget rasanya apalagi kayak grounding aja. Grounding banget bisa balik ke kota sendiri kelahiran sendiri dan bisa kasih talenta kami,” bebernya.
Di penghujung penampilannya, Amelia memilih menutup pertunjukan dengan lagu Ibu Pertiwi. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan.
Baginya, festival yang digelar di tengah bentang alam pegunungan seharusnya menjadi momentum untuk mengingatkan semua orang bahwa alam adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap perhelatan budaya.
“Aku percaya banget kalau kita lagi bikin suatu event di tengah-tengah alam, itu penting banget juga kita kasih sesuatu ke alam, karena yang menyediakan semua, dari venue, maksudnya tempat dan acara, itu kan alam sendiri. Yang lebih pentingmya juga adalah sekarang-sekarang ini kesadaran tentang menjaga alam ini lagi kurang, dan aku tahu sebenarnya sekarang generasi yang muda-muda lagi fight banget untuk naikin kesadaran untuk menjaga bumi ini, negara Indonesia ini, jadi tadi aku selipin lagu Ibu Pertiwi,” imbuhnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang selama ini diusung Jazz Gunung Indonesia, penyelenggara festival musik etnik bertaraf internasional yang diprakarsai Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan almarhum Djaduk Ferianto.
Melalui berbagai penyelenggaraan di kawasan pegunungan, festival ini berupaya menghadirkan perpaduan antara musik, budaya, serta pelestarian lingkungan.
Lewat rangkaian Jazz Gunung Series, penyelenggara terus mengangkat potensi pariwisata dan kearifan lokal di berbagai daerah Indonesia.
Tahun ini, BRI Jazz Gunung Series mengusung tema “Jazz-tination”, sebuah konsep yang memadukan pertunjukan jazz dengan destinasi wisata unggulan Tanah Air.
Selain Amelia Ong, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 juga menghadirkan penampilan Nonaria, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, dan Mocca.
Sementara itu, BRI Jazz Gunung Bromo akan berlangsung pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo dengan menampilkan Ali, Bilal Indrajaya, Isyana Sarasvati, Eva Celia, Teza Sumendra, Nesia Ardi, Littlefingers, Ring of Fire feat. Simone Prattico (Italia) & Sri Hanuraga, Plutato feat. Cait Lin (Taiwan), Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga & Kevin Yosua, serta Watchdog (Prancis). YS
Editor: RAL

