Connect with us

Prayagraj Magh Mela: Festival Penyedot Massa Saat Pandemi

International

Prayagraj Magh Mela: Festival Penyedot Massa Saat Pandemi

India kemungkinan akan menghadapi puncak gelombang Covid ketiga dalam waktu dekat. Ini dikarenakan ribuan umat Hindu telah menghadiri festival Magh Mela di Kota Prayagraj. Festival ini sendiri diperkirakan akan menyedot puluhan ribu umat dari berbagai wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Otoritas setempat pun tidak melarang festival ini untuk berlangsung. Menteri Utama Yogi Adityanath memohon kepada para peziarah untuk menerapkan protokol kesehatan ketat selama festival Magh Mela berlangsung. Infeksi bahkan telah dilaporkan dari Prayagraj sebelum festival dilangsungkan.

Tenda-tenda pun bertebaran secara masif di pinggir Sungai Gangga untuk menampung umat, dan sebanyak lebih dari 5.000 petugas kepolisian ditugaskan untuk menjaga ketertiban kerumunan. Pejabat polisi senior Rajeev Narayan Mishra pun mengungkapkan pada Kamis (13/1) bahwa setidaknya sebanyak 38 personil polisi yang bertugas di sana dinyatakan positif Covid-19.

India sendiri saat ini tengah mengalami gelonjak gelombang infeksi Covid-19. India melaporkan lebih dari 247,417 kasus infeksi baru pada Kamis (13/1), dipicu oleh peningkatan tajam di sejumlah perkotaan, seperti New Delhi dan Mumbai. Di Uttar Pradesh, negara bagian dimana Prayagraj berada, telah mengalami lonjakan kasus infeksi baru. Di Prayagraj, kasus Covid telah mengalami kenaikan hingga 10 kali lipat, dari 92 ke 1,267 kasus dalam waktu seminggu.

Otoritas lokal pun sudah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah gelombang Covid yang lebih dahsyat, seperti memberlakukan jam malam, hingga melarang kegiatan kampanye jalanan untuk acara pilkada negara bagian. Tapi pada hari Kamis, situs-situs di India memperlihatkan gerombolan manusia pergi menuju Prayagraj untuk menghadiri festival Magh Mela. Banyak diantaranya datang dengan naik truk, berdesak-desakan dengan umat lainnya.

“Kita sudah memasang banyak papan peringatan atas penerapan protokol kesehatan di lokasi. Tim screening kita juga sudah stand by. Sejumlah spot untuk melakukan tes juga tersedia di lokasi,” ujar Jai Kishan selaku petugas kesehatan yang ditugaskan untuk menjaga kesehatan umat di lokasi, dikutip dari BBC, Jumat (14/1).

Meskipun protokol kesehatan diterapkan sangat ketat, seperti wajib memperlihatkan sertifikat vaksin dan hasil tes PCR yang diambil maksimal dua hari sebelum tiba di lokasi, para ahli tetap saja khawatir dengan masifnya umat yang diprediksi akan sulit untuk dikontrol.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International

To Top