Konsolidasi 5 BPD dan Digitalisasi Dorong Bank Jatim Raih BUMD Terbaik dari The Asian Post

Highlight:

  • The Asian Post BUMD Awards 2026 menobatkan Bank Jatim sebagai BPD berkinerja sangat baik kategori KBMI 2
  • Bank Jatim berhasil membukukan laba pada 2025 mencapai Rp1,154 triliun, tumbuh 20,65% (YoY) didorong digitalisasi dan dana murah
  • Secara konsolidasi, aset Bank Jatim melonjak 42,93% menjadi Rp168,85 triliun

Solo, Jawa Tengah— Bank Jatim tidak sekadar mencatat pertumbuhan kinerja, tetapi mengunci posisi sebagai salah satu BPD paling agresif dalam konsolidasi dan transformasi digital.

Sepanjang 2025, bank ini membukukan laba bersih Rp1,154 triliun, tumbuh 20,65% (YoY), sekaligus mengantarkan perseroan meraih penghargaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Kinerja Sangat Baik Tahun 2025 kategori KBMI 2 dalam ajang The Asian Post BUMD Awards 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto bersama Dewan Pakar Infobank Media Group Sigit Pramono kepada Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo di Alila Hotel, Solo, Kamis (16/4/2026).

Kinerja positif ini ditopang oleh transformasi struktur pendanaan dan penguatan dana murah. Giro Bank Jatim tumbuh 12,5% menjadi Rp21,4 triliun, yang menjadi salah satu motor efisiensi biaya dana dan pengungkit laba perusahaan.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 4,98% menjadi Rp67,24 triliun, dengan kredit konsumer Rp36,54 triliun (naik 6,20%) dan kredit produktif Rp30,7 triliun atau naik 3,55%.

Pertumbuhan ini juga diperkuat basis nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,9 juta rekening, naik 5,64% secara tahunan.

Konsolidasi dan Digitalisasi

Secara konsolidasi, Bank Jatim mencatat lonjakan kinerja yang signifikan setelah resmi menjadi induk lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Konsolidasi ini menjadi salah satu faktor utama penguatan skala bisnis.

Total aset konsolidasi Bank Jatim melonjak 42,93% menjadi Rp168,855 triliun, dari Rp118,142 triliun pada 2024.

Penyaluran kredit juga meningkat tajam 46,65% menjadi Rp110,503 triliun, sementara laba bersih konsolidasi tumbuh 24,80% menjadi Rp1,617 triliun.

Digitalisasi menjadi akselerator utama. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40%, dengan nilai transaksi Rp65,77 triliun.

QRIS Bank Jatim juga tumbuh 47,25%, menandai pergeseran signifikan ke arah transaksi non-tunai. Capaian tersebut menjadi semakin relevan jika dilihat dalam struktur besar BUMD nasional.

Berdasarkan data The Asian Post, terdapat 1.037 BUMD di Indonesia yang tersebar dalam sembilan kelompok usaha. Namun sektor keuangan, terutama BPD, tetap menjadi tulang punggung utama.

Dari total aset BUMD sebesar Rp1.281,55 triliun, sekitar 79,74% dikuasai BPD, menjadikannya aktor dominan dalam ekosistem keuangan daerah. Secara agregat, BPD juga menyumbang hampir separuh laba BUMD nasional.

Kombinasi konsolidasi, penguatan dana murah, pertumbuhan laba, dan digitalisasi menjadikan Bank Jatim bukan hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga semakin matang sebagai institusi keuangan daerah berskala besar dan terintegrasi. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.