Fathan Subchi, Pejabat yang Setia Merawat Kesenian Tradisional
Highlights:
- Fathan Subchi dikenal sebagai salah satu pemain yang aktif di panggung Ketoprak Financial.
- Di setiap pementasan, ia mengikuti proses, mulai dari perencanaan, latihan, hingga gladi bersih, di sela tugas pemeriksaan keuangan negara.
- Komitmennya sejalan dengan misi sosial Ketoprak Financial. Seluruh hasil penjualan tiket dari setiap pementasan disumbangkan untuk pendidikan anak kurang mampu melalui Yayasan Anak Asuh Kita.
Jakarta — Di tengah kesibukan sebagai anggota DPR RI, yang kemudian menjadi Anggota BPK RI, Fathan Subchi dikenal sebagai salah satu pemain yang aktif di panggung Ketoprak Financial, sebuah gerakan pelestarian kesenian tradisional yang digagas Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto.
Dia tergabung dalam komunitas Sahabat Ketoprak dan tercatat setidaknya empat kali naik panggung dalam kurun 2016-2026, berkolaborasi dengan pelaku industri keuangan, regulator, jurnalis senior, dan praktisi seni dari kelompok Srimulat.

Sayangnya, pada pementasan terakhir Ketoprak Financial, dengan lakon “Sultan Agung: Harta, Tahta, dan Cinta” yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, 30 Juli 2026, Fathan berhalangan tampil. Padahal dia sudah pesan peran untuk ikut tampil sejak awal rencana pementasan.

Bagi Fathan, ketoprak bukan sekadar hiburan. Di setiap pementasan, ia mengikuti proses, mulai dari perencanaan, latihan, hingga gladi bersih, di sela tugas pemeriksaan keuangan negara.

Eko B. Supriyanto selaku produser eksekutif kerap menekankan bahwa pementasan ini adalah arena silaturahmi lintas profesi, dan Fathan adalah contoh nyata pejabat yang mau menyisihkan waktu untuk latihan, olah vokal, dan blocking panggung di bawah arahan Sutradara Aries Mukadi.

Komitmennya sejalan dengan misi sosial Ketoprak Financial. Seluruh hasil penjualan tiket dari setiap pementasan disumbangkan untuk pendidikan anak kurang mampu melalui Yayasan Anak Asuh Kita.
Fathan memahami betul bahwa melestarikan budaya harus punya dampak nyata, tidak berhenti di panggung.

Meski kini telah berpulang, jejak Fathan di Ketoprak Financial meninggalkan pesan penting: jabatan tinggi tidak menghalangi seseorang untuk turun merawat akar budaya.

Di mata komunitas Sahabat Ketoprak, ia bukan hanya Anggota BPK, melainkan seniman dadakan yang rendah hati, mau belajar, dan latihan demi menjaga tradisi ketoprak tetap hidup di kalangan eksekutif muda. DW

