Dua Srikandi Bank Mandiri Raih The Most Outstanding Women 2026, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola

Highlight:

  • Dua direksi perempuan Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini dan Eka Fitria, meraih penghargaan “The Most Outstanding Women 2026” dari Infobank di Solo.
  • Transformasi digital Bank Mandiri melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra mencatat transaksi ribuan triliun rupiah dan jutaan pengguna aktif sepanjang 2025.
  • Novita Widya Anggraini memperkuat strategi bisnis dan ekspansi digital, sementara Eka Fitria menjaga kualitas SDM, tata kelola, dan kepatuhan perusahaan di tengah pertumbuhan agresif Bank Mandiri.

AP HEADER

Solo, Jawa Tengah- Tak banyak perusahaan perbankan nasional yang mampu menjaga pertumbuhan bisnis agresif di tengah tekanan ekonomi global, perubahan perilaku nasabah, hingga disrupsi digital yang bergerak cepat. Namun, di balik laju transformasi besar itu, ada dua perempuan yang ikut menjaga arah mesin bisnis Bank Mandiri. Mereka ialah Novita Widya Anggraini dan Eka Fitria.

Keduanya baru saja meraih penghargaan “THE MOST OUTSTANDING WOMEN 2026” dalam ajang Infobank “Infobank 500 Most Outstanding Women in 2026” di Wisma Batari, Solo, pada Jumat malam 17 April 2026.

Pengakuan itu datang di tengah kinerja Bank Mandiri yang terus melaju lewat ekspansi bisnis, penguatan layanan digital, hingga transformasi organisasi yang semakin agresif.

Di industri perbankan modern, kepemimpinan perempuan kini bukan lagi sekadar simbol representasi. Dunia keuangan membutuhkan pemimpin yang mampu membaca risiko dengan presisi, menjaga tata kelola, sekaligus memahami perubahan perilaku nasabah yang bergerak sangat cepat.

Kombinasi itulah yang terlihat dalam peran Novita Widya Anggraini sebagai Direktur Finance and Strategy serta Eka Fitria sebagai Direktur Human Capital and Compliance.

Sebagai Direktur Finance and Strategy, Novita berada di jantung pengambilan keputusan strategis Bank Mandiri. Perempuan yang telah lama berkarier di industri perbankan itu dikenal kuat dalam pengelolaan finansial, strategi pertumbuhan, hingga transformasi digital perusahaan.

Di bawah orkestrasi strategi bisnis yang dijalankan perseroan, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri.

Hingga akhir 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp2.829,9 triliun atau tumbuh 16,6% secara tahunan. Kredit konsolidasi juga tumbuh 13,4% menjadi Rp1.895 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 0,96%.

Pertumbuhan itu tidak hanya datang dari bisnis konvensional, tetapi juga dari ekspansi ekosistem digital yang kini menjadi motor baru perusahaan. Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri menjadi dua platform utama yang terus mendorong pertumbuhan transaksi dan perluasan layanan keuangan nasional.

Hingga pertengahan 2025, pengguna Livin’ by Mandiri mencapai 32,9 juta user atau tumbuh 27% secara tahunan. Frekuensi transaksi bahkan mencapai 2,23 miliar transaksi dengan nilai transaksi menembus Rp2.097 triliun. Sebanyak 91% pembukaan rekening baru Bank Mandiri kini sudah dilakukan secara digital.

Sementara itu, Kopra by Mandiri yang menyasar segmen bisnis dan korporasi mencatat nilai transaksi lebih dari Rp12.170 triliun hingga Juni 2025 dan terus tumbuh dua digit. Platform ini juga telah digunakan lebih dari 318 ribu pengguna hingga akhir 2025, mayoritas berasal dari segmen UMKM.

Di balik pertumbuhan besar itu, Novita dikenal sebagai figur yang menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesehatan fundamental perusahaan. Strategi digitalisasi yang dijalankan tidak hanya memperbesar transaksi, tetapi juga memperkuat fee based income perusahaan.

Transformasi digital Bank Mandiri bahkan mendorong pertumbuhan pendapatan non bunga konsolidasi sebesar 17,3% menjadi Rp11,24 triliun pada kuartal I-2025. Laba bersih konsolidasi perseroan juga mencapai Rp13,2 triliun dengan return on equity (ROE) yang tetap solid di level 20,8%.

Namun, ekspansi bisnis sebesar itu tidak akan berjalan tanpa fondasi organisasi yang kuat. Di titik inilah peran Eka Fitria menjadi krusial.

Sebagai Direktur Human Capital and Compliance, Eka berada di balik penguatan kualitas SDM, budaya kerja, hingga tata kelola perusahaan yang menopang transformasi Bank Mandiri.

Dalam industri perbankan yang bergerak sangat cepat, perusahaan tidak cukup hanya memiliki teknologi canggih. Yang menentukan keberhasilan justru kesiapan manusianya.

Eka dikenal aktif mendorong organisasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja. Ia juga berperan menjaga agar percepatan transformasi digital tetap berjalan seiring dengan penguatan governance, kepatuhan, dan manajemen risiko perusahaan.

Peran itu menjadi semakin penting karena Bank Mandiri kini tidak hanya memperbesar bisnis wholesale dan digital banking, tetapi juga terus memperluas inklusi keuangan hingga ke segmen UMKM dan wilayah non-urban melalui Livin’ Merchant, smart branch, serta branchless banking. Hingga Maret 2025, Livin’ Merchant telah digunakan 2,6 juta merchant dan tumbuh 35% secara tahunan.

Transformasi besar seperti itu membutuhkan kultur kerja yang kuat dan organisasi yang sehat. Sebab, industri keuangan pada akhirnya tetap bertumpu pada satu hal utama: trust atau kepercayaan publik.

Karena itu, kombinasi kepemimpinan Novita dan Eka menjadi salah satu fondasi penting yang menjaga Bank Mandiri tetap tumbuh agresif tanpa kehilangan disiplin tata kelola perusahaan.

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Perubahan

Di tengah kompetisi industri perbankan yang makin sengit, Bank Mandiri tidak hanya dituntut tumbuh cepat, tetapi juga mampu menjaga kualitas bisnis, layanan, dan kepercayaan nasabah secara berkelanjutan.

Perjalanan Novita Widya Anggraini dan Eka Fitria menunjukkan bahwa perempuan kini memainkan peran penting dalam menentukan arah industri keuangan nasional.

Bukan hanya hadir di ruang rapat direksi, tetapi menjadi penggerak transformasi perusahaan dari sisi strategi bisnis, inovasi layanan, penguatan SDM, hingga tata kelola.

Keduanya juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan di industri perbankan modern hadir bukan dengan pendekatan yang meledak-ledak, melainkan lewat ketelitian, konsistensi, kemampuan membaca perubahan, dan keberanian mengambil keputusan strategis.

Di balik angka transaksi triliunan rupiah, jutaan pengguna digital, dan ekspansi bisnis yang terus melaju, ada kerja panjang menjaga ritme perusahaan tetap sehat. Dan di situlah dua srikandi Bank Mandiri ini memainkan perannya. (*) RAL

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.