Bank Mandiri Perkokoh Peran Penggerak Ekonomi Negeri Lewat Ekosistem Inklusi Keuangan
Highlight:
- Bank Mandiri memperkuat inklusi keuangan untuk mendorong ketahanan ekonomi keluarga Indonesia.
- Sebanyak 111 ribu Mandiri Agen dan penyaluran KUR Rp40,99 triliun menopang ekonomi kerakyatan.
- Pemberdayaan PMI dan UMKM menjadi bagian dari ekosistem layanan keuangan inklusif Bank Mandiri.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan, keberhasilan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring kemampuan perusahaan menciptakan dampak sosial yang nyata dan terukur bagi masyarakat.
“Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif merupakan pilar penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, kami terus menguatkan ekosistem layanan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, sehingga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia,” ujar Henry dalam keterangan resmi, Senin (29/6).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, bank bersandi saham BMRI ini membangun ekosistem inklusi keuangan yang saling terhubung dalam sinergi yang terintegrasi.
Mulai dari perluasan akses perbankan, penyediaan pembiayaan produktif, pemberdayaan pekerja migran, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Bank Mandiri, inklusi keuangan adalah bentuk nyata dari kenyamanan layanan.
Kemudahan dan keamanan bertransaksi menjadi bermakna ketika dirasakan bukan hanya oleh nasabah di kota besar, tetapi juga oleh keluarga, pekerja migran, dan pelaku usaha kecil di seluruh negeri.
Semangat ini sejalan dengan penilaian Customer Experience 100 (CX100) yang diinisiasi Danantara, yang menempatkan kemudahan, keamanan, dan kedekatan layanan sebagai standar kualitas BUMN.
Bagi Bank Mandiri, kenyamanan seperti ini bukan sesuatu yang diklaim, melainkan dibuktikan setiap hari oleh masyarakat yang terus memilih layanannya.
Semangat itulah yang menjadi inti dari Nyaman Bersama Mandiri.
Hingga akhir 2025, Bank Mandiri didukung 111.035 Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperluas akses perbankan hingga pelosok negeri.
Jaringan tersebut memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, dan mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan.
Di sisi pembiayaan, sepanjang 2025 bank berlogo pita emas ini menyalurkan KUR sebesar Rp40,99 triliun kepada 355.658 UMKM atau 106,5 persen dari target yang ditetapkan.
Sebanyak Rp25,13 triliun atau 61,54 persen dari total penyaluran masuk ke sektor produksi, dengan pertanian sebagai penerima terbesar, diikuti jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan.
Menurut Henry, penyaluran pembiayaan produktif itu merupakan bagian dari strategi Bank Mandiri menciptakan akselerasi yang bertumbuh, dengan menopang sektor-sektor ekonomi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi daerah.
Selain menopang ekonomi domestik, Bank Mandiri mendukung kesejahteraan PMI melalui Program Kelompok Belajar (Pokjar) yang menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara tujuan kerja.
Program ini memberikan edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia.
Bank Mandiri memandang pemberdayaan PMI sebagai wujud peran mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran dan menopang ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Untuk melengkapi akses pembiayaan, sepanjang 2025 sebanyak 17.600 UMKM mendapat pendampingan melalui Rumah BUMN. Sementara program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik dari upaya mencetak generasi pengusaha masa depan.
Berbagai inisiatif itu dirancang saling melengkapi, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh akses layanan keuangan dan pembiayaan, namun juga pendampingan dan peluang peningkatan kapasitas usaha secara konsisten.
Henry menegaskan, keseluruhan program itu merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri menghadirkan keunggulan yang berkelanjutan melalui penguatan ekosistem sosial dan ekonomi yang berdampak luas.
“Kami percaya pertumbuhan Bank Mandiri akan semakin bermakna ketika manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat. Melalui perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM, kami ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan lestari,” tutup Henry.
Lewat berbagai inisiatif tersebut, Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri yang menghubungkan masyarakat dengan akses keuangan, pembiayaan, dan pemberdayaan dalam satu kesatuan yang saling mendukung. Tujuan akhirnya menciptakan kesejahteraan yang lebih merata, sekaligus memastikan pengalamanlayanan yang nyaman dapat dirasakan secara setara di seluruh lapisan masyarakat. (*) RAL

