Bank Kalbar Raih Golden Champion di The Asian Post BUMD Award 2026, Konsisten Tumbuh 8 Tahun Berturut-turut

Solo, Jawa Tengah- Bukan perkara mudah menjaga kinerja tetap stabil dalam satu tahun. Apalagi delapan tahun berturut-turut. Di titik inilah Bank Kalbar menunjukkan bahwa konsistensi bukan sekadar jargon, melainkan hasil dari disiplin strategi dan ketahanan model bisnis.

Dalam ajang “THE ASIANPOST BUMD Awards 2026” yang digelar di Alila Hotel, Solo, Kamis (16/4/2026), Bank Kalbar diganjar penghargaan prestisius “Golden Champion BPD dengan Kinerja Sangat Baik Selama 5–8 Tahun Berturut-turut (2018–2025)”.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto bersama Dewan Pakar Infobank Sigit Pramono kepada Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ia lahir dari lanskap besar kinerja BUMD nasional yang tidak sepenuhnya mulus. Dari 1.037 BUMD yang beroperasi di Indonesia, hanya sekitar 650 yang mampu mencetak laba pada 2024.

Di tengah realitas itu, BUMD sektor keuangan, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD), justru tampil sebagai tulang punggung, menguasai 79,74% total aset BUMD yang mencapai Rp1.281,55 triliun.

Peran BPD semakin krusial ketika dilihat dari kontribusi laba. Dari total laba BUMD sebesar Rp26,24 triliun pada 2024, hampir separuhnya sekitar Rp13 triliun atau 49,54% berasal dari BPD.

Artinya, stabilitas dan kinerja BPD bukan hanya penting bagi daerah, tetapi juga bagi kesehatan ekosistem BUMD secara keseluruhan.

Di tengah tekanan ekonomi dan berbagai tantangan, industri BPD tetap mencatatkan pertumbuhan. Hingga Oktober 2025, total kredit BPD tumbuh 2,27% menjadi Rp668,46 triliun, dengan laba mencapai Rp11,29 triliun dan aset menembus Rp1.061,14 triliun.

Angka-angka ini menegaskan bahwa fungsi intermediasi tetap berjalan, bahkan dalam situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Dalam konteks inilah capaian Bank Kalbar menjadi relevan, bahkan menonjol.

Sepanjang 2025, Bank Kalbar mencatat laba bersih sebesar Rp522,99 miliar, tumbuh 7,66% dibandingkan Rp485,80 miliar pada 2024.

Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan ekspansi kredit yang naik 7,20%, dari Rp16,86 triliun menjadi Rp18,07 triliun. Kenaikan sebesar Rp1,21 triliun ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi tetap terjaga dan ekspansif.

Di sisi pendanaan, kualitas struktur dana menjadi pembeda. Rasio CASA meningkat signifikan dari 54,23% pada 2024 menjadi 57,90% pada 2025, atau naik 3,67%.

Komponen giro bahkan tumbuh agresif sebesar 21,53%, sementara tabungan naik 7,44%. Kombinasi ini mempertegas keberhasilan strategi Bank Kalbar dalam menekan biaya dana dan menjaga margin tetap sehat.

Secara keseluruhan, aset Bank Kalbar tumbuh 5,02% menjadi Rp27,84 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 3,77% menjadi Rp21,11 triliun.

Kualitas kredit pun tetap terjaga, tercermin dari rasio NPL yang stabil di level 1,85%, masih dalam batas aman industri.

Konsistensi Tidak Datang Kebetulan

Di balik deretan angka tersebut, ada satu benang merah yang sulit diabaikan: konsistensi. Kinerja yang terjaga selama delapan tahun bukan hasil lonjakan sesaat, melainkan akumulasi dari strategi yang terukur dan disiplin eksekusi.

Meski demikian, bukan berarti tanpa catatan. Rasio BOPO tercatat naik tipis menjadi 69,64%, sementara Return on Assets (ROA) sedikit terkoreksi ke level 2,63%.

Namun di sisi lain, Return on Equity (ROE) justru menguat menjadi 12,50%, menunjukkan bahwa profitabilitas terhadap modal tetap terjaga dengan baik.

Kombinasi antara ekspansi kredit, penguatan dana murah, dan kualitas aset yang stabil menjadi fondasi utama yang menjaga kinerja tetap solid.

Dengan proyeksi peningkatan modal inti ke depan, Bank Kalbar memiliki ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi secara lebih agresif, namun tetap dalam koridor kehati-hatian.

Penghargaan Golden Champion ini bukan sekadar pengakuan atas apa yang telah dicapai, tetapi juga penegasan bahwa di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu ramah, konsistensi tetap menjadi mata uang paling mahal. Dan Bank Kalbar, sejauh ini, berhasil membuktikannya. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.