BCA Sabet Penghargaan Tertinggi “The Best of The Best Bank 2026” dari Infobank, 25 Tahun Konsisten Jaga Kinerja

Highlight:

  • BCA meraih The Best of The Best Bank 2026 dalam 31st Infobank Banking Appreciation berdasarkan kinerja keuangan 2025.
  • BCA mempertahankan predikat Bank Crown Champion dengan kinerja sangat baik selama 25 tahun berturut-turut, periode 2002-2026.
  • Kinerja 2025 ditopang laba Rp57,5 triliun, kredit Rp992,9 triliun, serta penguatan transaksi dan layanan digital.

AP HEADER

Jakarta- Dua puluh lima tahun bukan sekadar rentang waktu. Bagi industri perbankan yang terus berubah mengikuti siklus ekonomi, regulasi, teknologi, dan perilaku nasabah, mempertahankan performa selama seperempat abad merupakan ujian konsistensi yang tidak ringan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali melewati ujian tersebut. Dalam ajang “31st Infobank Banking Appreciation 2026” yang digelar Majalah Infobank di The St. Regis Hotel Jakarta, Jumat (14/8/2026), BCA meraih sejumlah penghargaan bergengsi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama BCA Hendra Lembong, didampingi Direktur BCA Haryanto Tiara Budiman, Direktur BCA Vera Eve Lim, Direktur Antonius Widodo Mulyono, yang diserahkan Chairman of Infobank Media Group Eko B. Supriyanto dan Wakil Pimpinan Redaksi Infobank Media Group Kanoto Mohamad.

BCA menyabet The Best of The Best Bank 2026, yakni bank dengan skor tertinggi dalam 31st Infobank Banking Appreciation 2026 berdasarkan kinerja keuangan 2025.

BCA juga meraih The Best of The Best Bank 2026, The Best Performance KBMI 4, Bank Crown Champion–The Bank With Consistent Excellent Performance for 25 Consecutive Years (2002-2026), dan Yearly Excellent Performance Bank.

Penghargaan terakhir menjadi salah satu capaian yang paling mencolok. Sebab, konsistensi BCA tidak berhenti pada satu atau dua periode, melainkan terjaga selama 25 tahun berturut-turut.

Predikat tersebut diberikan berdasarkan kajian Biro Riset Infobank (birI) melalui “Rating 105 Bank Versi Infobank 2026”. Kajian tersebut menganalisis laporan kinerja keuangan publikasi bank umum tahun 2025.

Dalam proses pemeringkatan, Biro Riset Infobank menggunakan 12 rasio keuangan dan pertumbuhan yang dikelompokkan ke dalam tujuh aspek besar, yakni profil manajemen risiko, nilai komposit GCG, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.

Dengan cakupan penilaian tersebut, penghargaan yang diraih BCA bukan hanya mencerminkan kemampuan menghasilkan laba, tetapi juga kekuatan fundamental dan kualitas pengelolaan bank secara lebih menyeluruh.

Kinerja Melejit, Digitalisasi Agresif

Capaian penghargaan tersebut tak lepas dari kinerja BCA sepanjang 2025 yang bertumbuh. Bersama entitas anak, BCA membukukan laba bersih Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9% dibandingkan Rp54,8 triliun pada 2024. Total aset juga meningkat 9,5% menjadi Rp1.586,8 triliun.

Dari sisi intermediasi, kredit BCA mencapai Rp992,9 triliun atau tumbuh 7,7% secara tahunan. Penyaluran kredit tersebut mengalir ke berbagai sektor.

Mulai dari manufaktur, perdagangan, restoran, hotel hingga rumah tangga, sehingga peran BCA tidak berhenti pada ekspansi bisnis, tetapi ikut menopang aktivitas ekonomi.

Kredit usaha menjadi salah satu penopang dengan outstanding Rp756,5 triliun. Sementara pembiayaan konsumer mencapai Rp224,1 triliun, termasuk KPR Rp142,3 triliun dan KKB Rp56,6 triliun.

BCA juga mulai mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Pertumbuhan tersebut tetap dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas aset. Rasio Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 4,8% dari 5,3% pada tahun sebelumnya.

Sementara NPL berada di level 1,7% dengan NPL coverage 183,8%. Di sisi pendanaan, DPK meningkat 10,2% menjadi Rp1.249 triliun, dengan CASA mencapai Rp1.045,2 triliun atau 83,7% dari total DPK.

Kekuatan BCA juga terlihat dari tingginya aktivitas transaksi. Sepanjang 2025, frekuensi transaksi mencapai 42 miliar, tumbuh 17% secara tahunan.

Transaksi melalui mobile banking dan internet banking bahkan tumbuh 19%, menunjukkan semakin kuatnya pergeseran aktivitas nasabah ke kanal digital.

Digitalisasi kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kenyamanan nasabah. BCA terus memperkaya aplikasi myBCA dengan berbagai fitur, mulai dari QRIS Tap melalui NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga penambahan valuta asing pada poket valas.

Layanan tersebut terus dikembangkan agar aktivitas perbankan semakin dekat dengan keseharian nasabah. myBCA juga telah dapat diakses melalui smartwatch berbasis WearOS dan Apple, serta dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin dan fitur poket rupiah untuk membantu nasabah mengelola kebutuhan finansial dalam satu rekening.

Di balik ekspansi tersebut, BCA membawa pendekatan yang tetap menempatkan fundamental dan kehati-hatian sebagai pijakan. Ia menilai kepercayaan nasabah, dukungan pemerintah dan regulator menjadi bagian penting yang memungkinkan BCA melewati 2025 dengan kinerja positif.

Pengakuan yang diterima BCA pada 2026 bukan hanya berbicara mengenai capaian masa lalu. Ia menjadi penanda dari sebuah perjalanan panjang yang masih berlanjut, bagaimana bank mempertahankan kualitas kinerja, memperluas pembiayaan, menjaga kepercayaan nasabah, dan terus beradaptasi dengan teknologi.

Di bawah kepemimpinan Hendra Lembong, tantangan berikutnya adalah menjaga agar konsistensi 25 tahun tersebut tidak berhenti sebagai rekor.

Sebaliknya, konsistensi itu harus terus diterjemahkan menjadi layanan yang semakin nyaman, kredit yang semakin produktif, serta kontribusi yang semakin nyata terhadap perputaran ekonomi nasional. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.