Bank Danamon Jajaki Intensi Integrasi dengan MUFG Indonesia

Highlight:

  • Bank Danamon dan MUFG jajaki integrasi, aset gabungan tembus Rp482,7 triliun.
  • Integrasi ditargetkan 2027, menunggu restu regulator dan pemegang saham.
  • Sinergi perbankan raksasa, perkuat ekspansi layanan finansial nasional.

AP HEADER

Jakarta- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengumumkan rencana penjajakan integrasi dengan MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch atau MUFG Indonesia.

Intensi (niat) ini akan melahirkan perusahaan finansial dengan gabungan aset lebih dari Rp480 triliun.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen Danamon menyampaikan perseroan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan MUFG Bank, Ltd. untuk menjajaki potensi integrasi kedua entitas, Senin (11/5).

Danamon dan MUFG Indonesia disebut telah sepakat memulai pekerjaan persiapan dengan tujuan menandatangani perjanjian yang mengikat pada tahap selanjutnya.

Adapun struktur integrasi nantinya akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi yang akan diajukan kepada regulator, diumumkan kepada publik, serta dimintakan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Rencana integrasi tersebut masih menunggu persetujuan otoritas terkait dan pemegang saham Danamon. Perseroan memperkirakan proses integrasi efektif pada 2027.

Hingga proses integrasi rampung, Danamon memastikan tidak ada perubahan terhadap operasional maupun layanan kepada nasabah.

“Nasabah Danamon dan MUFG Indonesia tetap dapat bertransaksi serta menggunakan produk dan layanan finansial sebagaimana biasa, tanpa perubahan terhadap produk dan layanan, jam operasional, maupun jaringan kantor yang ada saat ini,” tulis manajemen.

Selain itu, seluruh hubungan kontraktual dengan mitra usaha seperti vendor, kontraktor, hingga perusahaan alih daya disebut tetap berjalan normal.

Sebagai informasi, Danamon yang berdiri sejak 1956 telah menjadi entitas anak konsolidasian MUFG Bank sejak 2019.

Per akhir 2025, Danamon memiliki total aset konsolidasian sebesar Rp275,7 triliun, termasuk kontribusi dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF).

Sementara itu, MUFG Indonesia yang telah beroperasi sejak 1968 mencatat total aset Rp207 triliun per akhir 2025. MUFG fokus melayani nasabah korporasi besar, termasuk perusahaan Jepang dan multinasional di Indonesia.

Dengan demikian, apabila integrasi terealisasi, total aset gabungan kedua entitas dapat mencapai sekitar Rp482,7 triliun. (DW)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.