KNEKS Bentuk Ekonomi Syariah Terintegrasi dengan Strategi Ini

Highlights:

  • KNEKS terus mendorong pengembangan ekonomi syariah nasional, agar tak hanya berfokus di sektor keuangan, dengan mengintegrasikan keuangan syariah, industri halal, makanan dan minuman, pariwisata, serta keuangan sosial syariah.
  • Seluruh sektor tersebut perlu dibangun dalam satu ekosistem. Pasalnya, masih terdapat kesenjangan antara perkembangan industri halal dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.
  • Selain itu, integrasi antara keuangan komersial dan keuangan sosial syariah, seperti zakat, infak, dan sedekah juga belum optimal. Oleh karenanya, penggabungan kedua sumber pembiayaan tersebut menjadi salah satu keunikan ekonomi syariah yang masih perlu dikembangkan.

AP HEADER

Jakarta – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus mendorong pengembangan ekonomi syariah nasional, agar tak hanya berfokus di sektor keuangan.  

Direktur Eksekutif KNEKS Sholahuddin Al Ayyubi menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan dengan mengintegrasikan keuangan syariah, industri halal, makanan dan minuman, pariwisata, serta keuangan sosial syariah.

“Ketika berbicara ekonomi syariah, kita juga berbicara terkait dengan industri riil makanan dan minuman. Kita juga berbicara terkait dengan keuangan sosial syariah, zakat, infak, sedekah,” ujar Sholahuddin dalam acara bertajuk Indonesia Collaborative Forum 2026, yang digelar Infobank Media Group, di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurutnya, seluruh sektor tersebut perlu dibangun dalam satu ekosistem. Pasalnya, masih terdapat kesenjangan antara perkembangan industri halal dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.

“Keuangan syariah harus kita dorong supaya masuk kepada ekosistem tersebut, “jelasnya.

Sholahuddin juga menyoroti belum optimalnya integrasi antara keuangan komersial dan keuangan sosial syariah, seperti zakat, infak, dan sedekah.

Menurutnya, penggabungan kedua sumber pembiayaan tersebut menjadi salah satu keunikan ekonomi syariah yang masih perlu dikembangkan. Selama ini, produk keuangan syariah dinilai masih banyak meniru atau mirroring produk perbankan konvensional.

“Kita belum menggali lebih jauh keunikan syariah. Misalnya yang diperlukan adalah dari sisi pricing. Bisa nggak ketika pricing itu kita kemudian menggabungkan dengan dana sosial?” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, KNEKS tengah membuat sejumlah simulasi blended financing yang menggabungkan pembiayaan komersial dengan dana sosial syariah.

Adapun salah satu skema yang disimulasikan adalah pembiayaan perumahan. Dalam skema tersebut, uang muka atau down payment menggunakan dana sosial, sedangkan pembiayaan komersial digunakan untuk membiayai pokok.

“Di beberapa percobaan kita sudah bisa berhasil saat ini,” akunya.

Menurut Sholahuddin, skema tersebut dapat dikembangkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok masyarakat dan sektor yang selama ini belum terjangkau pembiayaan komersial.

Lebih lanjut, Sholahuddin mengatakan, pemerintah telah memasukkan ekonomi syariah secara eksplisit dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045.

Dalam arah pembangunan tersebut, terdapat lima pilar utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yaitu industri halal, ekspor halal dan kerja sama internasional, jasa keuangan syariah, dana sosial syariah, serta infrastruktur dan ekosistem.

“Ini juga di-breakdown di dalam RPJMD di tingkat masing-masing daerah. Masing-masing daerah sekarang sudah memungkinkan untuk kita dorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tandasnya. MI

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.