Dorong Pariwisata Bali, BTN Perluas Transaksi Digital Lewat balé by BTN
Highlight:
- Pengguna balé by BTN di Bali tumbuh 59 persen hingga Maret 2026.
- Jumlah balé merchant melonjak 110 persen dengan transaksi naik 205 persen.
- Outstanding KPR Subsidi BTN di Bali mencapai Rp1,64 triliun.
Denpasar– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat ekspansi layanan digital di sektor pariwisata Bali melalui aplikasi balé by BTN.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis beyond mortgage yang mendorong BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga layanan transaksi keuangan harian masyarakat dan wisatawan.
Hingga Maret 2026, jumlah pengguna balé by BTN di Bali mencapai 41 ribu pengguna atau tumbuh 59 persen secara tahunan.
Sementara itu, jumlah transaksi finansial melalui aplikasi tersebut meningkat 76 persen menjadi 111,2 ribu transaksi.
Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, mengatakan Bali menjadi wilayah strategis untuk pengembangan ekosistem transaksi digital karena merupakan salah satu destinasi wisata utama dunia.
“Melalui balé by BTN, kami hadir menemani aktivitas masyarakat dan wisatawan, mulai dari transaksi pembayaran, kebutuhan perjalanan, hingga mendukung pelaku usaha lokal agar semakin nyaman dan mudah bertransaksi,” kata Bagus di Bali, Senin (8/6/2026).
Dari sisi merchant, jumlah balé merchant di Bali melonjak 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 4.200 merchant.
Transaksi merchant tumbuh 205 persen, sementara nilai transaksinya meningkat 98 persen.
BTN memperkuat ekosistem digital tersebut melalui kerja sama dengan berbagai pusat aktivitas wisata, termasuk kawasan pelabuhan wisata dan destinasi unggulan seperti Desa Penglipuran.
Perseroan juga mendorong penggunaan tabungan BTN dan balé by BTN sebagai sarana transaksi yang terintegrasi bagi wisatawan maupun pelaku usaha lokal.
Perkuat Bisnis Inti PerumahanDi tengah ekspansi digital, BTN menegaskan tetap fokus pada bisnis inti pembiayaan perumahan.
Hingga Maret 2026, outstanding Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BTN di Bali mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan.
Secara akumulatif, BTN telah menyalurkan 13.244 unit KPR Subsidi di Bali sebagai bagian dari dukungan terhadap akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Selain itu, BTN juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp53,6 miliar untuk mendukung pengembang, penyedia jasa konstruksi, pedagang bahan bangunan, hingga pelaku UMKM yang terkait dengan sektor perumahan.
Menurut Bagus, penguatan layanan digital dan pembiayaan perumahan berjalan beriringan untuk memperluas kontribusi BTN terhadap perekonomian daerah.
“BTN tidak hanya hadir ketika masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung seluruh rantai nilai sektor perumahan sekaligus memenuhi kebutuhan transaksi finansial harian masyarakat,” ujarnya. (*) Ranu Arasyki Lubis

