Nggapleki! Usai Tangkap 3 DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Polisi Surabaya Malah Dianugerahi Penurunan Jabatan

Highlights:

  • Ada sebuah hukum tak tertulis yang tampaknya baru berlaku di Surabaya: Siapa yang berani menangkap anggota dewan saat pesta narkoba, siap-siap kariernya dipindahkan.
  • Tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendadak dimutasi tak lama setelah menangkap tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra saat pesta narkoba.
  • Mutasi juga menyasar jajaran bintara yang ikut terjun langsung dalam penangkapan tiga anggota DPRD dari Gerindra tersebut.

AP HEADER

Surabaya — Ada sebuah hukum tak tertulis yang tampaknya baru berlaku di Surabaya: Siapa yang berani menangkap anggota dewan saat pesta narkoba, siap-siap kariernya dipindahkan.

Sebanyak tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendadak dimutasi tak lama setelah menangkap tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra saat pesta narkoba di sebuah hotel kawasan Ketintang, Surabaya.

Pemindahan tugas tujuh anggota kepolisian tersebut tertuang dalam surat telegram nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober 2026. Surat itu ditandatangani langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Rinciannya begini, biar jelas siapa yang dikemanakan, seperti dikutip The Asian Post dari CNN:

Dari jajaran perwira, Iptu Kevin Asshabul Kahfi yang sebelumnya menjabat Kanit 1 kini digeser menjadi Kanit Reskrim Polsek Gubeng. Iptu Aan Dwi Satriyo Yudho dipindah dari posisinya sebagai Kasubnit 1 Unit 1 menjadi Ps Kaur Subbagbinkar SDM Polrestabes Surabaya. Sementara itu, Ipda Andri Kiki yang sebelumnya menjabat Kasubnit kini menjadi Ps Kanit Reskrim Polsek Tambaksari.

Mutasi juga menyasar jajaran bintara yang ikut terjun langsung dalam penangkapan tiga anggota DPRD dari Gerindra tersebut. Yakni Aiptu Sri Ismanto dan Aiptu Anton Yuniarso dipindah tugas ke Polsek Tegalsari, Aipda Rico Pramana digeser ke Polsek Tambaksari, dan Bripka Rangga Pinileh dimutasi ke Polsek Genteng.

Kalau dibaca, polanya seragam: dari Polrestabes turun ke Polsek. Dari level kota besar, turun ke kecamatan.

Hingga berita ini ditulis, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi saat dikonfirmasi terkait polemik mutasi tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengaku baru mengetahui kabar mutasi tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar dan menyerahkan hal itu kepada pihak Polrestabes Surabaya.
“Nanti biar dari Polrestabes Surabaya yang menjelaskan,” kata Jules.

Positif Narkoba

Sebelumnya, tiga anggota fraksi Gerindra dari DPRD beberapa wilayah Jawa Timur ditangkap jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat berpesta narkoba di salah satu kamar hotel di Surabaya.

Ketiga anggota Gerindra yang terjerat narkoba itu yakni, ARR dari DPRD Kabupaten Situbondo, ADR dari DPRD Banyuwangi, dan UAM dari DPRD Kabupaten Malang. Ketiganya ditangkap bersama lima orang lainnya, yakni F, K, N, Ro dan R, saat pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya, Senin (28/9) dini hari.

Dari tempat kejadian perkara, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu plastik sabu bekas pakai, dua butir pil ekstasi warna kuning, alat hisap, korek, serta satu bungkus rokok bekas yang digunakan untuk menyimpan sabu.

Setelah diamankan, pihak kepolisian langsung melakukan tes urine. Hasilnya, delapan orang itu terbukti positif menggunakan pil ekstasi, termasuk ketiga anggota DPRD. Sementara satu orang lain berinisial N terbukti mengonsumsi dua jenis narkotika sekaligus.

“Dari tujuh orang itu positif menggunakan ekstasi, sementara yang inisial N mengonsumsi sabu dan ekstasi juga,” kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto.

Jadi, ceritanya sudah terang. Yang pesta narkoba pakai ekstasi dan sabu adalah anggota dewan. Yang dites urine positif adalah anggota dewan. Tapi yang kariernya tiba-tiba pindah ke Polsek adalah polisinya. DW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.