Akselerasi Adopsi AI, Emiten MLPT Dorong Perusahaan Manfaatkan Platform Ini

Highlight:

  • Emiten MLPT mendorong adopsi AI perusahaan melalui platform Nutanix Enterprise AI (NAI) untuk mengelola model AI secara terpusat.
  • NAI menawarkan pengaturan akses, perlindungan data, serta fleksibilitas penerapan AI di lingkungan Kubernetes.
  • Pasar Agentic AI diproyeksikan tumbuh dari USD22,9 miliar pada 2026 menjadi USD224,5 miliar pada 2033.

AP HEADER

Jakarta – Tren adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus meningkat. Perusahaan di berbagai sektor industri semakin dituntut untuk memanfaatkan teknologi ini demi memacu efisiensi, produktivitas, dan inovasi bisnis.

Tapi, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan, terutama terkait keamanan data, mengelola akses, hingga memastikan penggunaan model AI tetap berada dalam kendali perusahaan.

Menjawab tantangan itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong eksplorasi Nutanix Enterprise AI (NAI).

Platform ini diklaim bisa membantu perusahaan melakukan deployment dan mengelola model AI secara terpusat.

Pengaturan akses dan fleksibilitas deployment pada lingkungan Kubernetes, membuat perusahaan bisa menyesuaikan penerapan AI dengan kebutuhan infrastruktur, kebijakan keamanan, dan tata kelola internal.

Penggunaan teknologi AI oleh perusahaan sekarang semakin luas. Mulai dari pencarian dan pengolahan informasi, analisis dokumen dan data bisnis, otomatisasi proses kerja, hingga pengembangan aplikasi.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu memastikan kesiapan infrastruktur, integrasi dengan sistem eksisting, serta tata kelola sesuai kebutuhan dan risiko masing-masing organisasi. Tanpa itu, penggunaan AI tidak akan bisa maksimal.

“Dalam mengadopsi AI, tantangannya bukan hanya memilih model AI yang tepat, tetapi juga memastikan bagaimana model tersebut digunakan, siapa yang dapat mengaksesnya, serta bagaimana data sensitif tetap terlindungi,” jelas Sujanto Halim, Director Products & Technology Multipolar Technology, dalam keterangannya, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia melanjutkan, NAI memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui Nutanix Agent Gateway, untuk mengelola akses dan interaksi AI secara terpusat.

Sementara Nutanix Private Inference akan menjalankan model AI secara privat di lingkungan yang dikendalikan perusahaan.

“Pendekatan ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mempercepat pengembangan solusi cerdas, dan mendorong inovasi bisnis dengan tetap mengutamakan keamanan, privasi data, dan kontrol penggunaan AI,” lanjutnya.

Di luar itu, dari sisi infrastruktur, NAI menyediakan fleksibilitas deployment pada lingkungan Kubernetes yang didukung, termasuk opsi lingkungan terisolasi (air-gapped) sesuai kebutuhan.

Ini akan membantu perusahaan mempertimbangkan aspek keamanan dan kendali data dalam merancang penerapan AI.

“Penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Perusahaan perlu mempertimbangkan integrasi dengan sistem yang ada, perlindungan data, serta pengelolaan akses sejak awal. Dengan perencanaan yang tepat, penerapan AI dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kesiapan perusahaan,” timpal Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server Multipolar Technology.

Sebagai tambahan, Grand View Research memproyeksikan pasar Agentic AI bakal mengalami lonjakan dari USD22,9 miliar pada 2026 menjadi USD224,5 miliar pada 2033. Namun, dalam mengadopsi AI, perusahaan tetap perlu menilai use case yang relevan, kesiapan infrastruktur, serta tata kelola. (*) AA
You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.