Gandeng Jepang dan Industri Multinasional, BINUS ASO Siap Cetak Insinyur Masa Depan
Highlights:
- BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB, BSD, Tangerang. Langkah ini memperkuat pendidikan teknik yang menghubungkan pembelajaran, teknologi, dan kebutuhan industri.
- Kampus ini dilengkapi ruang belajar modern, laboratorium, area kolaboratif, teknologi iPad-based mirroring, interactive touch-screen, dan Air Blaster Technology.
- Karakter BINUS ASO juga diperkuat kolaborasi BINUS dengan ASO College Group Jepang. Kolaborasi ini memadukan ekosistem BINUS dengan pendekatan teknik Jepang yang menekankan ketelitian, kedisiplinan, craftsmanship, dan continuous improvement.
Tangerang – BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB, BSD, Tangerang. Langkah ini memperkuat pendidikan teknik yang menghubungkan pembelajaran, teknologi, dan kebutuhan industri.
Mengusung semangat The New Home of Global Future Innovators, kampus ini dirancang sebagai ruang eksperimen, kolaborasi, dan penerapan teknologi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi didorong mengubah ide menjadi prototipe dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan kampus baru ini adalah komitmen BINUS menghadirkan pendidikan yang adaptif. “Kampus baru BINUS ASO dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran engineer masa depan, yang tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi melalui eksperimen, kolaborasi, teknologi, dan keterlibatan langsung dengan tantangan nyata,” ujarnya di Tangerang, Senin (19/10/2026).
Semangat tersebut sejalan dengan visi BINUS, Fostering and Empowering the Society in Building and Serving the Nation. Kampus ini dilengkapi ruang belajar modern, laboratorium, area kolaboratif, teknologi iPad-based mirroring, interactive touch-screen, dan Air Blaster Technology.
Pendekatan itu tercermin dari dua inovasi mahasiswa. Pertama, tangan prostetik untuk Oriza Viollinar yang kehilangan tangan kanan akibat kecelakaan, dikembangkan dosen Yosica Mariana bersama mahasiswa. Kedua, Mirai, robot berbasis AI untuk layanan admisi, campus tour, dan edufair. Mirai mampu menjawab pertanyaan via suara, mengenali dan mengikuti manusia, serta navigasi otonom.
Lokasi di KEK D-HUB yang dikelilingi perusahaan multinasional juga menjadi keunggulan. Dekan BINUS ASO, Prof. Fergyanto E. Gunawan, menilai lokasi ini menciptakan lingkungan ideal untuk kemitraan industri dan universitas.
Karakter BINUS ASO juga diperkuat kolaborasi BINUS dengan ASO College Group Jepang. Kolaborasi ini memadukan ekosistem BINUS dengan pendekatan teknik Jepang yang menekankan ketelitian, kedisiplinan, craftsmanship, dan continuous improvement. Mahasiswa juga berkesempatan belajar langsung di Jepang untuk mengenal budaya kerja dan praktik teknik di sana.
CEO ASO College Group, Takeshi Aso, menyebut kampus baru ini memperkuat kerja sama Indonesia-Jepang dalam menyiapkan insinyur masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri global di bidang digital, mobilitas, manufaktur, dan keberlanjutan. DW
Editor: SW

