Bank Mandiri Raih Predikat The Best Financial Performance SEO 2026 dari The Asian Post

Highlight:

  • Bank Mandiri meraih tiga penghargaan The Best Performance State-Owned Enterprise 2026 dari The Asian Post 2026, BUMN dengan kinerja terbaik.
  • Laba bersih konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp56,3 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4%.
  • Aset Bank Mandiri tumbuh 16,6% menjadi Rp2.829,9 triliun, dengan rasio NPL gross terjaga di 0,96%.

AP HEADER

Jakarta- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih predikat The Best Performance State-Owned Enterprise 2026 dengan skor performa keuangan terbaik oleh The Asian Post, member of Infobank Media Group, di Shangri-La Hotel Jakarta, pada Kamis (8/10/2026).

Adapun, sejumlah penghargaan yang diborong yakni The Best Performance State-Owned Enterprise 2026, The Most Profitable State-Owned Bank 2026, serta Titanium Champion – The Consistent Excellent Performance State-Owned Enterprise for 15 Consecutive Years (2012–2026).

Tiga penghargaan itu mencerminkan rekam jejak Bank Mandiri dalam menjaga kinerja keuangan sekaligus mempertahankan konsistensi pencapaian selama 15 tahun berturut-turut. Penilaian tersebut sejalan dengan capaian perseroan sepanjang 2025, ketika Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun.

Perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp1.895 triliun, tumbuh 13,4% secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan sebesar 9,69%. Selain ekspansi kredit, pendapatan bunga bersih sebesar Rp106 triliun turut menopang kinerja perseroan.

Penyaluran kredit tumbuh di seluruh segmen bisnis, sejalan dengan strategi Bank Mandiri memperkuat pembiayaan pada sektor produktif.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.

Pertumbuhan kredit juga berjalan beriringan dengan penguatan penghimpunan dana. Sepanjang 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri meningkat 23,9% yoy menjadi Rp2.105,8 triliun.

Sementara itu, dana murah atau current account saving account (CASA) tumbuh 12,6% menjadi Rp1.431,4 triliun. Struktur pendanaan tersebut menjadi salah satu penopang likuiditas perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis.

Penguatan ekosistem layanan keuangan turut menopang pertumbuhan dana. Integrasi kanal digital dan aktivitas transaksi nasabah memperluas peluang penghimpunan dana murah sekaligus memperkuat basis pendanaan yang berkelanjutan.

Strategi ini berjalan beriringan dengan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko.

Kualitas pembiayaan menjadi aspek lain yang dijaga perseroan. Pada akhir 2025, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,96%.

Capaian tersebut berada di bawah rata-rata industri perbankan. Bank Mandiri mempertahankan kualitas aset melalui penerapan manajemen risiko yang selektif dan terukur pada seluruh segmen pembiayaan.

Selain pendapatan bunga, sumber pendapatan lain turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan. Pendapatan nonbunga Bank Mandiri tumbuh 14,5% yoy menjadi Rp48,5 triliun sepanjang 2025.

Peningkatan ini didorong oleh aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang memperluas sumber pendapatan di luar bisnis intermediasi konvensional.

Kinerja Keuangan Menjadi Dasar Penilaian

Dari sisi ukuran bisnis, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.829,9 triliun pada akhir 2025, meningkat 16,6% yoy.

Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga tersebut menunjukkan ekspansi neraca yang berjalan seiring dengan peningkatan profitabilitas dan pengelolaan kualitas pembiayaan.

Penghargaan The Best Performance State-Owned Enterprise 2026 diberikan berdasarkan kajian Rating 160 BUMN versi The Asian Post 2026 yang disusun oleh The Asian Post Research.

Kajian ini mengacu pada kinerja keuangan perusahaan selama periode 2024–2025 dan membagi penilaian ke dalam tiga kelompok, yakni BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, serta anak perusahaan BUMN.

Dari 160 perusahaan yang masuk dalam pemeringkatan, sebanyak 61 perusahaan memperoleh predikat kinerja “Sangat Bagus”. Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian dianugerahi penghargaan The Best State-Owned Enterprise 2026. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.