Laba Melonjak 174%, BRI Finance Genjot Pembiayaan Mobil dan BRI Flash di Tengah Tantangan Pasar Otomotif
Highlights:
- Hingga pertengahan tahun ini, BRI Finance membukukan pertumbuhan laba sebesar 174% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung ekspansi pembiayaan konsumer, khususnya kendaraan bermotor dan produk multiguna, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group.
- Di tengah tantangan yang masih membayangi industri otomotif nasional, BRI Finance tetap melihat prospek pembiayaan kendaraan cukup menjanjikan.
- Walaupun masih didominasi oleh segmen mobil baru, disusul pembiayaan mobil bekas sebagai kontributor terbesar berikutnya. Segmen pembiayaan sepeda motor premium dan pinjaman dana tunai multiguna BRI Flash juga mulai menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat.

Jakarta – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif pada semester I/2026 di tengah kondisi pasar otomotif yang masih bergerak fluktuatif. Hingga pertengahan tahun ini, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 174% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung ekspansi pembiayaan konsumer yang tumbuh lebih dari 198% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan permintaan pada segmen pembiayaan konsumer, khususnya kendaraan bermotor dan produk multiguna, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group.
Di tengah tantangan yang masih membayangi industri otomotif nasional, BRI Finance tetap melihat prospek pembiayaan kendaraan cukup menjanjikan. Menurut Aditia, pasar otomotif Indonesia sepanjang semester I/2026 menunjukkan tren pemulihan yang cukup prospektif meski pergerakannya masih fluktuatif.
“Bisnis pembiayaan mobil baru dan mobil bekas akan memanfaatkan basis data nasabah BRI Group secara masif. Sinergi melalui event-event bersama BRI seperti BRI Consumer Expo dan berbagai pameran lainnya diharapkan dapat mendongkrak penjualan mobil baru,” ujar Aditia, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.
Selain mengandalkan pembiayaan mobil baru, perseroan juga terus mengoptimalkan portofolio mobil bekas dengan memperluas kemitraan bersama jaringan showroom mobil bekas berkualitas di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Saat ini, komposisi portofolio pembiayaan BRI Finance masih didominasi oleh segmen mobil baru, disusul pembiayaan mobil bekas sebagai kontributor terbesar berikutnya. Namun demikian, segmen pembiayaan sepeda motor premium dan pinjaman dana tunai multiguna BRI Flash mulai menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat.
Untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan kendaraan tetap sehat, BRI Finance menerapkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat fungsi asset collection serta melakukan rekomposisi portofolio piutang. Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap berada di bawah level 2%.
“Beberapa strategi yang dilakukan BRI Finance antara lain penguatan asset collection dan melakukan rekomposisi dari sisi piutang sehingga dapat menjaga angka NPF berada di bawah 2%,” sebut Aditia.
Perseroan juga menaruh perhatian besar pada pengembangan produk BRI Flash dan pembiayaan sepeda motor baru yang dinilai memiliki potensi pasar luas di segmen ritel. Untuk mengoptimalkan kedua lini bisnis tersebut, BRI Finance fokus memperluas penetrasi ke captive market nasabah BRI Group melalui program BRI KKB.
Selain itu, perusahaan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan BRI guna memperkuat positioning BRI Finance di kalangan nasabah grup. Kolaborasi dengan dealer dan showroom juga terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai program promosi yang kompetitif.
Aditia menegaskan bahwa akselerasi pertumbuhan pembiayaan yang dicatatkan perseroan tetap dibarengi dengan penerapan manajemen risiko yang ketat. Menurut dia, pertumbuhan agresif harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian agar kualitas aset tetap terjaga.
Untuk itu, BRI Finance menerapkan sistem credit scoring yang komprehensif guna memastikan kualitas underwriting sejak tahap awal pengajuan pembiayaan. Perseroan juga melakukan pemantauan portofolio secara berkala serta mengoptimalkan strategi collection yang proaktif untuk mengantisipasi potensi pembiayaan bermasalah sejak dini.
Hingga semester I/2026, percepatan ekspansi bisnis tersebut memang diikuti kenaikan rasio NPF sebesar 0,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, manajemen memastikan kualitas aset masih berada dalam koridor yang terkendali melalui penguatan sistem manajemen risiko.
Di sisi lain, BRI Finance juga terus mengelola struktur pendanaan secara hati-hati di tengah suku bunga acuan yang masih berada pada level 5,75%. Perseroan berupaya menjaga biaya dana (cost of fund) tetap kompetitif melalui penguatan likuiditas dan diversifikasi sumber pendanaan.
“BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga struktur pendanaan yang optimal, memperkuat likuiditas, serta melakukan diversifikasi sumber pendanaan agar biaya dana tetap kompetitif dan risiko dapat dikelola dengan baik,” papar Aditia.
Sebagai bagian dari ekosistem BRI Group, sinergi dengan induk usaha juga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis perseroan. Integrasi data memungkinkan BRI Finance mengakses basis nasabah BRI yang tersebar di seluruh Indonesia, sementara dukungan pendanaan melalui skema joint financing memberikan ruang bagi perusahaan untuk menawarkan suku bunga yang kompetitif.
Ke depan, BRI Finance akan semakin mengoptimalkan jaringan unit kerja BRI di berbagai wilayah untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat penetrasi pasar pembiayaan konsumer. Perseroan berharap produk multiguna BRI Flash dan pembiayaan motor premium dapat menjadi motor pertumbuhan baru yang mampu melengkapi dominasi portofolio pembiayaan mobil baru dan mobil bekas. SW

