Regenerasi Musisi Jadi Napas Baru BRI Jazz Gunung Series 2026
Highlight:
- Jazz Gunung Series 2026 memberi panggung lebih luas bagi regenerasi musisi jazz Indonesia melalui proses kurasi yang matang.
- BRI kembali menjadi Official Banking Partner sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem kreatif, UMKM, dan pariwisata.
- Festival yang meraih Green Event of the Year 2025 ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mengangkat destinasi wisata daerah.

Jakarta – BRI Jazz Gunung Series 2026 tak hanya menghadirkan deretan musisi lintas generasi di atas panggung.
Di balik penyelenggaraannya, festival ini juga membawa misi yang lebih besar, yakni membuka ruang seluas-luasnya bagi lahirnya talenta baru sekaligus memperkuat ekosistem musik jazz Indonesia.
Komitmen tersebut tercermin dalam proses kurasi yang dilakukan penyelenggara. Tahun ini, Jazz Gunung memberi porsi yang lebih besar kepada musisi-musisi muda agar memiliki kesempatan tampil berdampingan dengan nama-nama yang telah lebih dahulu dikenal publik.
CEO Jazz Gunung Indonesia sekaligus Ketua Harian Forum Jazz Indonesia, Bagas Indyatmono, mengatakan proses kurasi tahun ini dilakukan secara matang dengan memberi ruang lebih besar bagi regenerasi musisi jazz Indonesia.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Chico Hindarto. Menurutnya, perkembangan musik jazz nasional terus menunjukkan tren positif sehingga dibutuhkan semakin banyak panggung untuk memperkenalkan karya-karya baru kepada masyarakat.
Sementara komitmen memperkuat ekosistem kreatif juga datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pada penyelenggaraan tahun ini, BRI kembali dipercaya sebagai Official Banking Partner sekaligus melanjutkan dukungan terhadap Jazz Gunung selama tiga tahun berturut-turut.
Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menegaskan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor kreatif.
“BRI percaya bahwa festival berbasis budaya seperti Jazz Gunung memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi pelaku industri kreatif, tetapi juga bagi masyarakat lokal dan sektor pariwisata.
Melalui kolaborasi ini, BRI ingin terus hadir mendukung ruang-ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Founder Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono juga menegaskan bahwa Jazz Gunung kini telah berkembang jauh melampaui sebuah konser musik.
“Yang kami lakukan sudah beyond jazz, stakeholders yang terlibat dalam BRI Jazz Gunung Series tidak hanya sebatas konser musik belaka, tetapi juga para pelaku ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, komunitas lokal, hingga masyarakat setempat yang berperan aktif dalam menggerakkan dan menghidupkan ekosistem kegiatan ini,” ujarnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan festival ini juga datang dari pemerintah. Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, menilai BRI Jazz Gunung Series mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata di daerah penyelenggaraan.
Menurutnya, keberhasilan Jazz Gunung menjadi inspirasi bagi pengembangan festival serupa di berbagai daerah, terlebih setelah meraih penghargaan Green Event of the Year 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan acara yang berkelanjutan.
Tahun ini, BRI Jazz Gunung Series digelar di dua destinasi pegunungan, yakni BRI Jazz Gunung Slamet pada 27 Juni 2026 di Wana Wisata Baturraden, Banyumas, serta BRI Jazz Gunung Bromo pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Kabupaten Probolinggo. Selain menyuguhkan konser musik, festival juga menghadirkan pameran seni, pasar UMKM, Bromo Jazz Camp, hingga beragam aktivitas wisata berbasis alam dan budaya yang melengkapi pengalaman para pengunjung. (*) YS
Editor: RAL

