Allo Bank Tebar Dividen Rp286 M, 50 Persen dari Laba Bersih

Highlights:

  • Allo Bank resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp286,97 miliar atau 50 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025.
  • Keputusan pembagian dividen ini adalah yang kedua kalinya dalam sejarah Allo Bank atas pencapaian kinerja yang solid pada 2025.
  • Ini mencerminkan kekuatan dari bisnis model Allo Bank yang telah berada pada jalan yang tepat untuk terus tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan.

AP HEADER

Jakarta — PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp286,97 miliar atau 50 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025.

Sementara, sebanyak Rp287,28 miliar disepakati sebagai laba ditahan untuk penguatan modal dan pengembangan usaha, dan sisanya disisihkan sebagai dana cadangan. Hal ini diumumkan dalam RUPST 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah mengungkapkan jika keputusan pembagian dividen ini adalah yang kedua kalinya dalam sejarah Allo Bank atas pencapaian kinerja yang solid pada 2025.

“Ini mencerminkan kekuatan dari bisnis model kami dan bahwa Allo Bank telah berada pada jalan yang tepat untuk terus tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Ari, dalam keterangan resmi, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain membahas agenda tersebut, RUPS Tahunan Allo Bank 2026 juga membahas enam agenda lainnya. Pertama, persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, yang terdiri dari laporan pengurus, serta laporan keuangan dan laporan pengawasan Dewan Komisaris Bank.

Terkait hal ini, pemegang saham juga menyetujui untuk memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025 sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan.

Kedua, informasi Rencana Kerja dan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Bank 2026. Ketiga, pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, yang akan melakukan audit terhadap keuangan Perseroan tahun buku 2026.

Keempat, penetapan honorarium dan tunjangan lainnya bagi Direksi dan Dewan Komisaris Bank, serta pembagian tugas dan wewenang Direksi. Kelima, perubahan beberapa pasal dalam Anggaran Dasar dalam rangka penyesuaian dengan nomenklatur KBLI 2025 dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dan keenam, persetujuan pengkinian rencana aksi pemulihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai dengan tema Laporan Tahunan Allo Bank Tahun Buku 2025 yaitu “Membuka Jalan Semua Kemudahan dalam Satu Genggaman”, Perseroan memfokuskan upaya selama tahun 2025 untuk memperkuat pondasi bisnis yang dimiliki agar mampu meraih pertumbuhan secara berkelanjutan yang kompetitif di masa depan dengan mengembangkan berbagai inisiatif strategis.

“Hal ini diwujudkan melalui pengembangan portofolio produk dan layanan perbankan digital yang komprehensif, baik untuk segmen ritel maupun korporasi,” tukas Ari. SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.