BI Dorong Literasi Keuangan Digital, 500 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Solo Diedukasi

Highlights:

  • Sebanyak 500 pelaku usaha ultra mikro mengikuti kegiatan literasi dan edukasi keuangan di Surakarta, sebagai bagian Women Art & Society 2026 yang digelar Infobank Media Group
  • Bank Indonesia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi sekaligus mencegah risiko fraud dan kejahatan digital
  • BI menegaskan komitmen memperkuat inklusi keuangan melalui pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan, yang dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Surakarta – Sebanyak 500 pelaku usaha ultra mikro mengikuti kegiatan “Literasi dan Edukasi Keuangan Bersama 500 Pelaku Usaha Ultra Mikro: Peran Wanita Mandiri bagi Perekonomian Negeri” yang digelar oleh Infobank Media Group, sebagai bagian dari rangkaian acara Women Art & Society 2026, di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (17/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang juga diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan digital.

Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, yang hadir mewakili Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, menekankan pentingnya pemahaman keuangan digital di masyarakat. Ia menyebut, perkembangan inovasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak rentan terhadap penipuan atau fraud digital.

“Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini harus diiringi dengan literasi keuangan digital yang memadai agar masyarakat tidak mudah menjadi korban fraud,” ujarnya.

Dipaparkannya, berdasarkan data OECD, tingkat literasi keuangan Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat edukasi keuangan secara lebih luas.

“Tingkat literasi keuangan Indonesia masih perlu terus kita dorong bersama agar masyarakat semakin memahami dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal,” kata Dwiyanto.

Dalam kesempatan tersebut, BI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekonomi keuangan inklusif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Perempuan dinilai sebagai kelompok strategis dalam mendorong perekonomian nasional, terutama dalam sektor usaha mikro dan ultra mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dwiyanto menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM agar lebih tangguh dan berdaya saing.

“Kami ingin UMKM kita berkembang dan makin berkontribusi bagi perekonomian nasional, dan salah satu kuncinya adalah literasi keuangan yang kuat,” ungkapnya.

Ke depan, BI akan terus memperluas program edukasi keuangan inklusif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi dinilai menjadi faktor penting agar upaya pemberdayaan keuangan dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh lapisan masyarakat. AN

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.