Resmi Merger, PT Summit Oto Finance Lebur PT Oto Multiartha
Highlights:
- PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) resmi melakukan penggabungan usaha (merger). Kesepakatan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026 dan telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar yang seluruhnya diambil oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA). Langkah ini dilakukan guna mematuhi batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85 persen sesuai POJK 47/2020.
- Merger ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan SOF melalui peningkatan sinergi usaha.
Jakarta — PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) resmi melakukan penggabungan usaha (merger). Kesepakatan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026 dan telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam skema penggabungan ini, SOF bertindak sebagai entitas penerima merger, sedangkan OTO resmi melebur. Seluruh hak dan kewajiban OTO dialihkan sepenuhnya kepada SOF.
“Sebagai bagian dari transaksi, SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar yang seluruhnya diambil oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA). Langkah ini dilakukan guna mematuhi batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85 persen sesuai POJK 47/2020,” ucap Corporate Secretary Summit Oto Finance, Silvia Ayuningsih dalam keterangan resmi yang diterima Kamis, 3 September 2026.
Sebelum merger efektif, SOF yang dipimpin Victoria Rusna, itu sudah mencatatkan lonjakan kinerja bisnis. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, SOF berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp300,46 miliar di semester I-2026, dimana nilainya tumbuh 206,81 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp97,93 miliar.
Nilai aset, ekuitas, dan liabilitas SOF juga mengalami pertumbuhan pada semester I-2026. SOF membukukan total aset sebesar Rp19,28 triliun di Semester I-2026, dimana nilainya tumbuh 16,28 persen jika dibandingkan pencapaian akhir 2025 yang sebesar Rp16,58 triliun.
Jumlah ekuitas SOF tercatat sebesar Rp3,83 triliun per Semester I-2026, dimana nilainya tumbuh 14,67 persen jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp3,34 triliun. Sedangkan liabilitas SOF tumbuh 16,69 persen dari Rp13,24 triliun per akhir 2025 ke Rp15,45 triliun pada semester I-2026.
Untuk rasio Non Performing Financing SOF tercatat sebesar 0,27 persen pada Semester I-2026, turun dari 0,52 persen di akhir tahun 2025.
“Adapun merger ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan SOF melalui peningkatan sinergi usaha,” tandas Silvia. SW

