Mencekam! Siap Perang, Pakistan Tembakkan Rudal ke Wilayah Iran

Jakarta— Eskalasi konflik di kawasan timur tengah semakin memanas. Pada Kamis pagi, (1/18/2023) Pakistan melakukan serangan udara ke arah Provinsi Siestan-o-Baluchistan, di sebalah barat daya Pakistan, yang berbatasan dengan Iran.

Akibat serangan itu, sebanyak sembilan orang dari pihak Iran dilaporkan meninggal dunia.

Menurut otoritas Pakistan, aksi tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran yang telah melancarkan serangan udara menggunakan drone dan rudal terhadap Jaish al-Adl di dekat kota Panjgur di provinsi Balochistan.

Jaish al-Adl dituding sebagai sebuah kelompok bersenjata yang telah melakukan beberapa serangan di masa lalu. Serangan yang dilakukan Iran sebelumnya itu telah menewaskan dua anak-anak dan melukai tiga warga sipil.

Baca juga...

Jenderal Naga Bonar

Pihak Pakistan menyebutkan bahwa serangan itu tidak dapat diterima. Mereka mengatakan bahwa Pakistan berhak untuk menanggapi tindakan ilegal itu dengan serangan balasan.

Aksi Pakistan yang membalas serangan Iran itu semakin meningkatkan ketegangan antara negara bertetangga tersebut. Tembakan rudal ini akan memicu adanya konflik yang lebih luas.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, serangan ini merupakan operasi berbasis intelijen terhadap tempat persembunyian kelompok bersenjata di Sistan-Baluchestan, Iran. Pakistan menyebut adanya ancaman kegiatan teroris skala besar yang akan terjadi dari seberang perbatasan.

Baca juga...

Dalam serangannya itu, pihak Pakistan mengatakan bahwa operasi tersebut diberi nama sandi “Marg Bar Sarmachar” atau Kematian bagi Sarmachar.

“Selama beberapa tahun terakhir, dalam hubungan kami dengan Iran, Pakistan secara konsisten menyampaikan keprihatinan seriusnya mengenai tempat berlindung. Dan tempat perlindungan yang dinikmati oleh teroris asal Pakistan yang menamakan diri mereka ‘Sarmachar’ di wilayah yang tidak memiliki pemerintahan di Iran. Pakistan juga membagikan banyak dokumen yang berisi bukti nyata keberadaan dan aktivitas para teroris ini,” dikutip dari Kementerian Pakistan.

Kurangnya tindakan serius dari pemerintah Pakistan, membuat kelompok Sarmachar ini semakin merajalela dan terus menumpahkan darah warga Pakistan tanpa mendapat hukuman.

“Tindakan ini [serangan rudal Pakistan] merupakan wujud tekad Pakistan yang teguh untuk melindungi dan mempertahankan keamanan nasionalnya dari segala ancaman,” sambung laporan itu sebagaimana tertulis.

Meski Pakistan menyerang daerah Iran, namun Kementerian Pakistan menyatakan tidak ingin ingin melakukan provokasi maupun meningkatkan ketegangan antar kedua negara. Pemerintah Pakistan menyebut, pihaknya sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran.

“Satu-satunya tujuan dari tindakan hari ini adalah untuk mencapai keamanan dan kepentingan nasional Pakistan sendiri yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan,” tambah pernyataan itu.

Siap Perang

Dilain pihak, Komandan Pangkalan Pertahanan Udara IRGC Khatam al-Anbiya Iran mengungkapkan bahwa Iran telah bersiap untuk perang. Pihaknya akan mengadakan latihan militer skala besar di tenggara Iran bersebelahan dengan Pakistan.

“Area umum latihan akan mencakup Abadan hingga Chabahar dan sekitar 400 km di dalam tanah Iran, dengan total luas 600 kilometer persegi,” sebut Brigadir Jenderal Qader Rahimzadeh.

Setidaknya, puluhan pesawat berawak dan tak berawak akan ambil bagian dalam latihan tersebut dan mencapai sasaran tertentu. Latihan ini akan melibatkan sistem pertahanan rudal guna menyerang sasaran udara yang masuk.

Beberapa jam sebelum serangan dilakukan oleh Iran maupun Pakistan, Perdana Menteri sementara Pakistan Anwaar-ul-Haq Kakar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada Selasa, (16/1/2023).

Namun, pada hari Rabu, (17/1/2023) Iran melancarkan serangan udara. Di hari yang sama, Amirabdollahian mengatakan serangan terhadap “tanah Pakistan” adalah respons terhadap serangan kelompok tersebut terhadap kota Rask di Iran di provinsi tenggara Sistan-Baluchestan. (*) RAL

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.