Kredit Tumbuh 13,58 Persen, Likuiditas Kuat, Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Highlight:
- Kredit perbankan tumbuh 13,58% menjadi Rp9.135 triliun pada Juli 2026.
- Likuiditas perbankan tetap kuat dengan LCR 187,5% dan AL/NCD 102,45%.
- Kualitas kredit relatif terjaga, dengan NPL gross 2,10% dan LaR membaik menjadi 8,39%.
Jakarta— Perbankan nasional memasuki Juli 2026 dengan kombinasi ekspansi kredit yang semakin kuat, likuiditas yang tetap memadai, dan kualitas kredit yang relatif terjaga.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (yoy) menjadi Rp9.135 triliun, meningkat dari pertumbuhan Juni sebesar 12,67%.
Menurut siaran pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulan September 2026 ini, dari sisi penyaluran, kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 25,13% yoy, disusul kredit modal kerja 11,04% dan kredit konsumsi 5,38%.
Berdasarkan debitur, kredit korporasi tumbuh 22,10%, sedangkan kredit UMKM mulai membaik dengan pertumbuhan 1,62% yoy, dari 1,05% pada Juni.
Ekspansi kredit tersebut masih ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,21% yoy menjadi Rp10.336 triliun.
Pertumbuhan DPK terutama berasal dari deposito yang naik 13,13%, giro 11,81%, dan tabungan 8,37%.
Dengan perkembangan tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,38%, sedikit meningkat dari 88,32% pada Juni.
Menutut data yang sama, likuiditas perbankan juga masih kuat. Alat likuid mencapai Rp2.388 triliun, naik dari Rp2.374 triliun pada Juni.
Rasio AL/NCD mencapai 102,45%, jauh di atas threshold 50%, sedangkan AL/DPK 23,10%, juga di atas threshold 10%. LCR tercatat 187,5%, memberikan bantalan likuiditas yang cukup kuat.
Sementara itu, kualitas kredit relatif terkendali meski ekspansi berlangsung cepat.
Rasio NPL gross tercatat 2,10%, sedikit naik dari 2,09% pada Juni, sedangkan NPL net justru turun menjadi 0,81% dari 0,82%. Loan at Risk (LaR) juga membaik menjadi 8,39%, dari 8,47% pada Juni.
Namun, terdapat area yang perlu dicermati. Baki debet BNPL mencapai Rp31,56 triliun atau 0,35% dari total kredit perbankan, dengan pertumbuhan sangat tinggi 31,22% yoy. Jumlah rekening BNPL mencapai 33,50 juta, naik dari 32,77 juta pada Juni.
Dengan demikian, profil perbankan Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan kredit yang agresif belum menggerus ketahanan likuiditas maupun kualitas aset secara signifikan.
Tantangan ke depan adalah menjaga agar pertumbuhan kredit, khususnya segmen dengan pertumbuhan tinggi tetap diimbangi kualitas underwriting dan kecukupan likuiditas. (*)

