Bilal Indrajaya Buka BRI Jazz Gunung Bromo 2026 dengan Penampilan Penuh Makna
Highlight:
- Bilal Indrajaya membuka BRI Jazz Gunung Bromo 2026 lewat penampilan perdananya di lereng Gunung Bromo.
- Sebanyak 10 lagu dibawakan, mulai dari NPT, Kaos Kaki Merah hingga Saujana yang sarat makna.
- Lagu Saujana menjadi puncak emosional saat dipersembahkan untuk sahabat sekaligus road manager yang telah berpulang.

Probolinggo, Jawa Timur— Ribuan penonton yang memadati Amphiteater Jiwa Jawa Resort Bromo langsung larut dalam suasana hangat ketika Bilal Indrajaya membuka rangkaian BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Jumat (24/7/2026).
Tanpa banyak atraksi, penyanyi dan penulis lagu itu justru memikat lewat kesederhanaan, cerita, dan lirik-lirik yang dekat dengan kehidupan.
Debut Bilal di festival musik yang digelar di lereng Gunung Bromo itu menjadi momen spesial.
Penampilannya mengalir santai, berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk dan disambut antusias ribuan penikmat musik yang memadati arena pertunjukan.
Usai memperkenalkan diri dan para personel band pengiring, Bilal langsung membuka penampilannya dengan lagu NPT, yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
“Yang belakang kedengaran suaranya? Kedengaran semua? Salam kenal, saya Bilal Indrajaya. Terima kasih atas waktunya,” ucap Bilal.
Musisi kelahiran 19 Desember 1995 itu mengaku bahagia akhirnya bisa tampil untuk pertama kalinya di BRI Jazz Gunung Bromo.
“Senang sekali bisa hadir di hadapan teman-teman semua. Semoga bisa memberikan kesan yang menyenangkan sore hari ini,” katanya lagi.
Sepanjang penampilannya, Bilal membawakan sekitar 10 lagu, di antaranya NPT, Dara, Mustahil, Kaos Kaki Merah, Akhir Pekan yang Hilang, Ruang Kecil, Saujana, hingga Kau.
Interaksi hangat juga tercipta ketika Bilal menyapa penonton dan menanyakan siapa saja yang baru pertama kali menyaksikan penampilannya secara langsung.
“Siapa yang sudah pernah nonton Bilal Indrajaya sebelumnya? Yang pertama kali hari ini? Oke, jadi ini waktu yang baik buat kenalan,” ujarnya.
Lagu-Lagu yang Menghidupkan CeritaSebelum membawakan Kaos Kaki Merah, Bilal berbagi kisah singkat tentang proses lahirnya lagu tersebut yang ditulis sekitar dua tahun lalu.
“Ada sebuah lagu yang judulnya agak unik. Saya tulis lagu ini sekitar dua tahun lalu. Judulnya Kaos Kaki Merah. Semoga suka lagunya,” kata dia.
Suasana semakin syahdu ketika lagu itu mengalun di tengah udara dingin Bromo.
Sebagian penonton ikut menyanyikan setiap bait, sementara yang lain menikmati pemandangan pegunungan yang menjadi latar alami pertunjukan.
Memasuki pertengahan konser, Bilal memperkenalkan Akhir Pekan yang Hilang lewat kisah tentang dua orang yang bahkan belum sempat memulai hubungan, tetapi harus berpisah lebih dulu.
“Ada sebuah situasi di mana sepasang kekasih sebelum jadian sudah putus duluan. Saya merangkum itu jadi sebuah lagu yang berjudul Akhir Pekan yang Hilang,” ujarnya.
Puncak emosional hadir ketika Bilal membawakan Saujana. Sebelum lagu dimainkan, ia mengenang sahabat sekaligus road manager-nya, Satrio Wicaksono, yang telah berpulang setahun lalu.
“Lagu ini mengisahkan tentang persahabatan. Apakah persahabatan akan tetap erat meski terpisah sementara. Lagu ini saya tulis berdua dengan Satrio Wicaksono, road manager kami yang berpulang duluan setahun lalu,” kata Bilal.
Ia kemudian mempersembahkan lagu tersebut secara khusus.
“It’s all for you,” ucap Bilal, disambut tepuk tangan panjang dari penonton.
Menjelang akhir penampilannya, Bilal kembali mengungkapkan rasa syukur dapat menjadi pembuka BRI Jazz Gunung Bromo 2026.
“Sangat bahagia dan terhormat bisa hadir di hadapan teman-teman semua. Semoga suka. Berkah selalu. Insyaallah ada kesempatan lain untuk bertemu lagi,” tandasnya. (*)

