Perkuat Pengalaman Omnichannel, Crocs Perbarui Konsep Gerai
Highlights:
- Strategi baru dilakukan Crocs lewat pembaruan concept store di Grand Indonesia, Jakarta. Toko yang telah beroperasi sejak 2021 ini kini hadir dengan konsep yang lebih interaktif dan mengedepankan pengalaman konsumen.
- Dari sisi desain, toko ini mengusung interior modern dengan warna-warna cerah, penataan ruang yang lebih luas, display produk yang atraktif, serta visual LED.
- Selain mengandalkan personalisasi, Crocs juga menghadirkan pembaruan koleksi melalui peluncuran Indonesia Exclusive Jibbitz™ Charms Collection. Koleksi itu mengangkat berbagai ikon keseharian masyarakat Indonesia, seperti obat nyamuk bakar, teko blirik, rantang susun, tumpeng, es teh cekek, hingga kaleng kerupuk.
Jakarta – Persaingan industri ritel fashion tidak hanya bertumpu pada variasi produk, tetapi juga pengalaman berbelanja yang ditawarkan kepada konsumen. Sejumlah brand mulai mengembangkan konsep toko yang lebih interaktif dan memungkinkan konsumen terlibat langsung dalam proses personalisasi produk.
Strategi tersebut juga dilakukan Crocs melalui pembaruan concept store di Grand Indonesia, Jakarta. Toko yang telah beroperasi sejak 2021 ini kini hadir dengan konsep yang lebih interaktif dan mengedepankan pengalaman konsumen.
Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya Crocs menghadirkan pengalaman berbelanja yang selaras dengan karakter brand, sekaligus memperkuat interaksi dengan konsumen melalui ruang ritel fisik.
Dari sisi desain, toko ini mengusung interior modern dengan warna-warna cerah, penataan ruang yang lebih luas, display produk yang atraktif, serta visual LED. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman sekaligus mendorong konsumen mengeksplorasi berbagai koleksi.
Personalisasi Jadi Daya Tarik
Salah satu pendekatan yang ditawarkan Crocs adalah personalisasi produk melalui Jibbitz, aksesori berbentuk charm yang dapat dipasang pada sepatu, sandal, maupun tas.
Konsumen dapat memilih berbagai desain yang merepresentasikan karakter dan minat masing-masing, mulai dari karakter film dan animasi, hobi, klub olahraga, hingga makanan dan minuman populer.
Pendekatan personalisasi ini memberikan ruang bagi konsumen untuk tidak hanya membeli produk, tetapi juga terlibat dalam menciptakan tampilan yang sesuai dengan preferensi mereka.
Selain mengandalkan personalisasi, Crocs juga menghadirkan pembaruan koleksi melalui peluncuran Indonesia Exclusive Jibbitz™ Charms Collection. Koleksi tersebut mengangkat berbagai ikon keseharian masyarakat Indonesia, seperti obat nyamuk bakar, teko blirik, rantang susun, tumpeng, es teh cekek, hingga kaleng kerupuk.
Koleksi ini adalah kelanjutan dari edisi pertama yang diperkenalkan pada 17 Agustus 2026. Melalui desain yang terinspirasi dari budaya lokal, Crocs mencoba menghubungkan produknya dengan pengalaman dan kedekatan konsumen terhadap hal-hal yang familiar dalam kehidupan sehari-hari.
Perluas Pilihan Produk
Di sisi lain, pembaruan concept store Grand Indonesia juga diikuti dengan penyediaan berbagai kategori produk. Selain koleksi clogs melalui siluet Classic, Crocs menawarkan model Buckle dengan aksen metal pada backstrap, Echo dengan karakter sporty, serta Ballet dengan siluet yang lebih ramping.
Pilihan produk juga mencakup kategori sandal, termasuk model Saturday, serta berbagai tas seperti tote bag, backpack, dan belt bag.
Pembaruan toko tersebut turut diramaikan dengan kegiatan interaktif pada 28 Oktober hingga 1 November 2026. Salah satunya melalui permainan Gachapon yang dapat diikuti konsumen dengan minimal transaksi Rp1 juta.
Melalui pengembangan konsep ritel ini, Crocs tidak hanya menawarkan variasi produk, tetapi juga berupaya menjadikan toko fisik sebagai ruang interaksi antara brand dan konsumen. AUS
Editor: SW

