Onde Mandeh! Anak Tukang Cuci Piring Asal Padang Ini Jadi Wali Kota di Kanada Kalahkan Petahana

Highlights:

  • Alvin Tedjo, pria kelahiran Padang keturunan Tionghoa Indonesia resmi terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada.
  • Usianya 43 tahun, lahir sekitar 1983. Darahnya Padang tulen. Ayahnya adalah Dr. Anto Tedjo, dokter gigi lulusan Trisakti Jakarta asal Padang, Sumatera Barat.
  • Ia sempat jadi penasihat politik di Kementerian Perguruan Tinggi Ontario, 4 tahun di Sheridan College, dan Direktur Strategi Komunikasi di Toronto Metropolitan University.

AP HEADER

Jakarta — Kalau pepatah Minang bilang “Dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang”, maka Alvin Tedjo adalah bukti hidupnya. Pria kelahiran Padang, keturunan Tionghoa-Indonesia yang bapaknya dulu tukang cuci piring ini, resmi terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, kota terbesar ke-6 di Negeri Maple Leaf itu.

Kemenangan pada 26 Oktober 2026 ini bukan kemenangan kaleng-kaleng. Alvin meraup 74.479 suara (sekitar 35% suara) dan menumbangkan dua srikandi politik berat: Wali Kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota legendaris Bonnie Crombie.

Padahal, dua tahun lalu di 2024, ia kalah di kontestasi yang sama. Pepatah biar kalah sabung, jan kalah sorak benar-benar ia praktikkan.

Siapa Alvin Tedjo?

Usianya 43 tahun, lahir sekitar 1983. Darahnya Padang tulen. Ayahnya adalah Dr. Anto Tedjo, dokter gigi lulusan Trisakti Jakarta asal Padang, Sumatera Barat.

Keluarga Tedjo imigrasi ke Kanada pada 1978 saat Alvin baru umur 4 tahun. Mereka menetap di pusat kota Mississauga, tepat di depan Balai Kota – seolah takdir sudah digariskan.

Perjuangan awal di Kanada tak mudah. Sang ayah harus kerja serabutan dari tukang cuci piring sampai antar makanan. Kisah klasik perantau Minang, berakit-rakit dahulu.

Namun soal pendidikan, Alvin bukan main-main. Riwayat sekolahnya lintas benua: International Studies Certificate di Bader International Study Centre, Inggris (2002-2003), Sarjana Political Studies di Queen’s University, Kingston (2003-2007), lalu dua gelar dari Harvard Extension School, AS: Professional Graduate Certificate in Learning Design & Technology (2015-2017) dan Master of Liberal Arts in Digital Media Design (2017-2020).

Jalan politiknya pun tak kalah berliku. Sejak SMA ia sudah jadi Ketua OSIS dan masuk komite penasihat pemuda Wali Kota.

Di pertengahan 90-an, setelah dapat penghargaan Young Citizen of the Year, ia bertemu legenda Wali Kota Mississauga, Hazel McCallion, yang berpesan sakti: “Masuklah ke dunia politik, anak muda.”

Dia sempat jadi penasihat politik di Kementerian Perguruan Tinggi Ontario, 4 tahun di Sheridan College, dan Direktur Strategi Komunikasi di Toronto Metropolitan University.

Dia pernah gagal nyaleg di Oakville North-Burlington pada 2018, gagal jadi ketua Partai Liberal Ontario pada 2020, baru berhasil jadi Anggota Dewan Kota (Councillor Ward 2) pada 2022, hingga akhirnya pecah telur jadi Wali Kota 2026.

Kini bersama istri Rebecca dan 3 anaknya, Alvin akan memimpin kota tempatnya tumbuh besar. Visinya pun sangat membumi: bekukan pajak properti 1 tahun, atasi biaya hidup, perumahan, transportasi, dan keamanan. Bahkan ia berani menolak pembangunan pusat data baru yang dianggap tak pro-rakyat.

Dari anak imigran yang tinggal di depan Balai Kota, kini ia yang duduk di dalam Balai Kota sebagai penguasanya. Onde Mandeh, memang kalau sudah rezeki rantau, tak ke mana. DW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.