PBSI Targetkan Full Kuota Untuk Olimpiade 2028, Strategi Ini Mulai Diterapkan
Highlights:
- PP PBSI mulai melakukan persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028 dengan target meloloskan kuota penuh di seluruh sektor bulutangkis.
- Kuota penuh bulu tangkis Olimpiade 2028 berarti satu negara dapat meloloskan maksimal 16 atlet, terdiri atas delapan putra dan delapan putri, yang tersebar pada lima nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
- Target kuota penuh bukan hal yang mudah untuk dicapai. Maka dari itu, PBSI perlu terus memetakan kekuatan, mengevaluasi program, dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing sektor.
Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mulai melakukan persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028 dengan target meloloskan kuota penuh di seluruh sektor bulutangkis.
“Sasaran tentunya adalah kita mengejar untuk road to Olimpiade. Dimana, keinginan kita di awal itu adalah full kuota untuk Olimpiade, bisa qualified Olimpiade, jadi 2-2-2. Tapi, tentunya ini bukan pekerjaan mudah buat kita,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian saat acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulutangkis Indonesia atas Raihan Medali Asian Games 2026 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Eng Hian menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya harus melakukan pemetaan (mapping), evaluasi, dan mengadaptasi program yang dinilai efektif.
“Kami harus memetakan, mengevaluasi, dan mengadaptasi kembali seluruh program. Bagaimana kami menuju rute Olimpiade yang dimulai pada 1 Mei 2027, dengan tujuan pada 1 April 2028 kami bisa memasukkan full kuota ke Olimpiade,” jelasnya.
Kuota penuh bulu tangkis Olimpiade 2028 berarti satu negara dapat meloloskan maksimal 16 atlet, terdiri atas delapan putra dan delapan putri, yang tersebar pada lima nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Untuk dapat mengirimkan dua wakil pada nomor tunggal, kedua pemain harus berada di 16 besar Olympic Ranking. Sementara pada nomor ganda, dua pasangan dari negara yang sama harus berada di delapan besar untuk memperoleh dua kuota.
Eng Hian mengakui target kuota penuh bukan hal yang mudah untuk dicapai. Maka dari itu, PBSI perlu terus memetakan kekuatan, mengevaluasi program, dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing sektor.
Capaian dua emas, satu perak, dan tiga perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi salah satu modal dalam perjalanan menuju kualifikasi Olimpiade 2028, yang tetap menjadi tujuan utama kepengurusan PBSI periode ini.
“Kalau dibilang beban, tentunya itu menjadi beban. Tapi kalau beban itu ditanggung bersama, dari atlet, pelatih, pengurus, dan kami berkolaborasi, tentunya beban itu bisa kami tanggung bersama dan kami bisa mencari jalan keluar bersama,” tandasnya. SW

