Bank Tata Asia Raih Peringkat 1 The Best Performance BPR di Infobank BPR Award 2026
Highlight:
- Bank Tata Asia meraih peringkat pertama BPR berkinerja terbaik kelas aset Rp500 miliar-Rp1 triliun.
- Aset Bank Tata Asia mencapai Rp1,00 triliun per Agustus 2026, tumbuh 40,5%.
- Kinerja Bank Tata Asia ditopang laba Rp20,79 miliar dan NPL gross 1,20%.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja Bank Tata Asia, kualitas manajemen, serta konsistensi perseroandalam menjaga kualitas kredit di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berlangsung.
Direktur Utama Bank Tata Asia TB Frandy Priya Purwanto mengatakan, penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja bersama pemegang saham, manajemen, dan seluruh insan Bank Tata Asia dalam menjaga kinerja sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan.
“Penilaian dari Infobank ini memberikan value bagi kami dan industri BPR. Ini semua tak lepas dari kerja keras pemegang saham, manajemen, dan insan Bank Tata Asia. Dengan pengakuan ini, kami jadi tahu apa yang harus kami benahi secara objektif dan apa yang harus kami upgrade. Terima kasih kepada segenap nasabah atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Frandy.
Sejalan dengan penghargaan tersebut, kinerja Bank Tata Asia terus menunjukkan pertumbuhan.
Per Agustus 2026, total aset perseroan telah menembus Rp1.000,67 miliar (Rp1,00 triliun), meningkat sekitar 40,5% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp712,43miliar.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit serta penguatan penghimpunandana melalui tabungan dan deposito.
Hingga Agustus 2026, Bank Tata Asia juga mencatatkan laba bersih Rp20,79 miliar, telah melampaui laba bersih sepanjang 2025 sebesar Rp14,51 miliar.
Sementara itu, Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 4,64% dan KPMM 22,49%. Pertumbuhan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas kredit.
Non-Performing Loan (NPL) grossBank Tata Asia per Agustus 2026 tercatat sebesar 1,20%.
Untuk menjaga kualitas kredit, perseroan menerapkan early warning system, stress test, serta review secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan risiko dan pemantauan portofolio kredit.
Frandy mengatakan, pertumbuhan skala bisnis perlu diikuti dengan kemampuan menjagakesehatan bank dan kualitas aset.
Menurut dia, hal tersebut menjadi fondasi penting untukmempertahankan kepercayaan nasabah sekaligus membuka ruang pertumbuhan berikutnya.
“Tingkat Kesehatan Bank (TKS) kami sehat. Itu adalah fondasi utama buat para nasabah dalam melihat suatu aspek perbankan. Karena itu, pertumbuhan harus berjalan beriringan dengan kualitas kredit dan penguatan fundamental bank,” terangnya.
Penghargaan INFOBANK 17th BPR Award 2026, lanjut Frandy, bukan menjadi titik akhir bagi Bank Tata Asia.
Pengakuan itu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.
Penghargaan ini bukanlah akhir bagi Bank Tata Asia. Justru, pengakuan ini menjadi ruang bagi bank untuk melihat peluang pertumbuhan yang lebih besar.
“Kami akan terus memperkuat teknologi dan layanan, menjaga kualitas kredit, serta memberikan nilai yang semakin besar bagi seluruh stakeholders,” ujar Frandy.
Ke depan, Bank Tata Asia akan melanjutkan penguatan bisnis dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, teknologi, dan layanan.
Perseroan juga akan terusmeningkatkan kapasitas pembiayaan serta memperkuat hubungan dengan nasabah sebagai bagian dari upaya membangun pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan arah bisnis yang semakin jelas, kualitas kredit yang terus dijaga, serta teknologi dan layanan yang diperkuat, Bank Tata Asia memandang penghargaan tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju pertumbuhan berikutnya. (*)

