Infobank Media Group Bersama Lembaga Keuangan Menanam Pohon Mangrove yang Ke-50.000 di Pulau Pari
Jakarta– Infobank Media Group bersama institusi keuangan dan perbankan kembali menggelar aksi lingkungan berskala nasional melalui kegiatan “Infobank 10.000 Mangrove Plantation 2026: Green Future Healthy Society”.
Sebanyak 10.000 bibit mangrove/bakau ditanam di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, selama 19-20 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan penanaman kelima di Pulau Pari yang digagas Infobank Media Group sejak program ini dimulai pada tahun 2022.

Dengan tambahan 10.000 pohon kali ini, total mangrove yang telah ditanam mencapai 50.000 pohon.
Aksi ini didukung penuh oleh industri keuangan dan perbankan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga keberlanjutan.
“Green Future dimulai dari pesisir yang sehat. Mangrove adalah benteng alami paling efektif melawan abrasi, rob, dan dampak perubahan iklim. Kalau garis pantainya hancur, masa depan kota Jakarta dan pulau-pulau kecil terancam. Menanam mangrove hari ini artinya mengamankan masa depan generasi mendatang,” ujar Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, saat memberikan kata sambutan, Sabtu, 20 Juni 2026.
Eko menekankan keterkaitan langsung antara ekosistem mangrove dengan masa depan hijau dan masyarakat yang sehat.
Tema “Infobank 10.000 Mangrove Plantation 2026: Green Future Healthy Society” bukan sekadar slogan. Kualitas udara, air, dan cuaca yang stabil adalah prasyarat kesehatan.
“Satu pohon mangrove mampu menyerap CO2 3-5 kali lebih banyak dari hutan daratan. 50.000 mangrove yang kita tanam berfungsi sebagai pabrik oksigen, raksasa yang bekerja 24 jam untuk mengurangi polusi dan risiko penyakit pernapasan,” ujarnya.
Pulau Pari dipilih karena abrasi yang terjadi di pulau tersebut cukup masif, baik karena faktor alam maupun karena aktivitas manusia. Kalau kondisi tersebut dibiarkan, daratan lama-lama akan habis.
“Mangrove yang kita tanam akan jadi rumah bagi ikan, kepiting, udang. Artinya, menjaga rantai pangan dan ekonomi warga pesisir tetap sehat. Lingkungan sehat, ekonomi sehat, masyarakat pun sehat,” ujarnya.

Senada, Editor in Chief The Asian Post sekaligus Wakil Pimpinan Redaksi Infobank Media Group, Karnoto Mohamad, mengatakan bahwa aksi penanaman mangrove tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan semata.
Menurutnya, gerakan ini merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat pesisir, dunia usaha, hingga generasi mendatang.
“Penanaman mangrove adalah investasi sosial dan lingkungan yang nilainya terus bertambah dari waktu ke waktu. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum terasa manfaatnya dalam hitungan bulan, tetapi beberapa tahun ke depan akan menjadi pelindung pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus menopang kehidupan ekonomi masyarakat,” ujar Karnoto.
Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim yang semakin nyata menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antara dunia usaha, industri keuangan, pemerintah, dan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan berbagai institusi dalam program ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor keuangan dapat berkontribusi langsung terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui wacana. Dibutuhkan aksi nyata yang berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak. Ketika industri keuangan turun langsung menanam mangrove bersama masyarakat, yang dibangun bukan hanya ekosistem pesisir yang lebih kuat, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga masa depan yang lebih hijau dan sehat,” tegasnya.
Perlu diketahui, program “Infobank 10.000 Mangrove Plantation” konsisten dilakukan setiap tahun sejak tahun 2022.
Kolaborasi dengan bank, asuransi, multifinance, dan lembaga keuangan lain menjadi kunci suksesnya acara.
Pada kegiatan tahun ini, institusi yang akan turun langsung ke lokasi antara lain Maximus Insurance, Bank Jakarta, dan BRI.
Menurut Presiden Direktur Maximus Insurance, Jemmy Atmadja, krisis iklim hari ini berdampak langsung ke kesehatan masyarakat, mulai dari banjir rob, intrusi air laut ke sumur warga, sampai munculnya penyakit berbasis lingkungan.
“Industri keuangan dan perbankan tidak bisa abai. ESG (Environmental, Social, Governance) bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. Aksi nyata seperti ini adalah bentuk kontribusi kami agar pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan kelestarian,” ujar Jemmy Atmadja yang rutin ikut kegiatan ini setiap tahun.

Selain penanaman mangrove, Infobank juga melakukan edukasi dan literasi kepada warga Pulau Pari tentang pentingnya menjaga mangrove agar manfaat ekologis dan ekonominya bisa dirasakan jangka panjang.
Infobank juga melibatkan warga Pulau Pari dalam pengadaan bibit, penanaman, dan menjaga agar bibit mangrove yang baru ditanam termonitor perkembangannya.
“Semoga upaya kami ini dapat membantu dan mendukung kehidupan ibu-ibu dan masyarakat dengan menanam pohon mangrove untuk penyelamatan Pulau Pari dari resiko abrasi. Mungkin awalan yang baik dari kami ini akan menimbulkan perbaikan-perbaikan ke aspek yang lain. Tapi kalau kita yakin bahwa niat baik, Tuhan pasti akan memberikan,” terang Jemmy.
Kegiatan penanaman pohon mangrove ini terselenggara berkat partisipasi institusi keuangan dan perbankan, di antaranya Maximus Insurance, BRI, Askrindo, Bank Jakarta, BTN, Asuransi ACA, BSI, PNM, Rintis Sejahtera (ATM PRIMA), Jamkrindo, Bank Malukumalut, BNI, dan Bank Mandiri. Kegiatan ini juga di-support oleh OT Group, CS Dental, Inpala, Yayasan Jagoan Indonesia, Makapala, dan Perempuan Pulau Pari. (*)

